Opini

Isti Nugroho

Kemiskinan yang Kuat

Kemiskinan yang Kuat

Oleh: Isti Nugroho

NINET mencintai Sosialisme karena miskin. Ideologi itu bagi Ninet adalah jalan menuju surga. Pasalnya seperti yang dipelajari dari Joseph A. Scumpeter, sosialisme seperti agama. Sebuah sistem yang memberikan petunjuk untuk berbagi. Hidup secukupnya - tidak serakah dan happy bersama keluarga besar manusia.

Dengan memeluk sosialisme Ninet, mengutamakan kehidupan bersama yang damai. Tidak ada kedamaian yang buruk. Walau sedikit kalau dibagikan pada sesama itu jalan menuju surga. Sebuah aphorisme yang dijunjung tinggi. Dan Karl Mark adalah sebuah belati tajam bagi orang miskin yang tertindas.

Hidup yang tidak diperjuangkan adalah hidup yang tidak seru, datar dan membosankan. Orang lain menganggap hidup Ninet penuh keribetan. Karena sering melawan kekuasaan. Masuk bui, berkonflik dengan aparat menjadi resiko bagi Ninet. Tapi Ninet happy saja dan enjoy. Ketulusannya sering dimanfaatkan oleh orang atau oleh kelompok kepentingan.

Hanya saja Ninet menolak Revolusi. Bukan karena revolusi ongkosnya mahal, tapi hasilnya kadang mengecewakan. Polpot membunuh ribuan orang. Di Rusia Sosialisme memperlihatkan darah dan penderitaan. Juga di Indonesia - menjadikan sebuah trauma. Komunisme di negeri yang masyarakatnya masih belum banyak sarjananya, masih miskin dan gandrung pada klenik, akan menjadikan masyarakat menyimpan trauma yang mendalam.

Sosialisme humanistik sebuah pikiran bersama yang mengatur alam raya sebagai kekayaan bersama. Orang bahagia karena mendapat bagian secukupnya. Ninet mau menerima bagian secukupnya, karena ajaran dalam sosialisme menghendaki begitu. Tetapi dalam kapitalisme seperti yang dianut tetangganya yang kaya menolak itu.

Orang yang sudah sering menerima berlebih, tabu untuk berbagi. Menghidupi orang malas dan benalu jalan menuju dosa. Perbuatan sia-sia. Manusia harus kerja keras dan taat aturan. Karena puncak tertinggi kebudayaan adalah aturan yang ditaati bersama berdasarkan konsensus. Melanggar artinya kebiadaban.

Benarkah sosialisme ideologinya orang kalah yang tertindas. Bagi Ninet tidak, alasannya karena belum mendapatkan jalan yang terbaik. Tetapi secara teori dan praktik, sosialisme masih hidup dalam kepala orang miskin yang terdidik. Kalau kapitalisme menjamin pekerjaan, memberikan gaji yang layak bagi semua orang, tapi menjadikan orang hanya sebagai jongos, sisialisme tidak. Ideologi itu justru ingin membebaskan manusia dari eksploitasi dan dominasi, ingin menjadikan manusia bermartabat.

Ninet kuat dalam menjalani hidup miskin, bukan karena harapannya pada terjadinya revolusi. Tetapi karena kelak dia akan mengalami hidup dalam sistem sosialisme di negerinya yang kaya sumber alam dan sumber daya manusianya.

*Isti Nugroho, pemerhati masalah sosial budaya.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top