Teknologi

Planet Baru

Peneliti Temukan Eksoplanet Baru, Durasi Waktu Setahun Hanya Tiga Hari

Peneliti Temukan Eksoplanet Baru, Durasi Waktu Setahun Hanya Tiga Hari

JAKARTA, SPOST.id - Sekelompok astronom dari Physical Research Laboratory (PRL) di Ahmedabad, India telah menemukan eksoplanet baru yang cukup unik.

Menurut Organisasi Penelitian Luar Angkasa India, planet temuan baru itu memiliki durasi waktu yang jauh berbeda dengan bumi di mana satu tahun hanya berlangsung beberapa hari.

Tim yang dipimpin oleh Prof. Abhijit Chakraborty dari PRL melihat planet yang mengorbit bintang yang sekitar 1,5 kali massa matahari kita dan terletak 725 tahun cahaya. Planet ini juga mengorbit hanya 3,2 hari pada bintang induknya di mana durasi waktu satu tahun di planet itu hanya tiga hari.

"Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan spektrograf serat optik PRL Advanced Radial-velocity Abu-sky Search (PARAS), yang pertama dari jenisnya di India, pada Teleskop PRL 1,2 meter di Observatorium Gunung Abunya," ungkap badan antariksa India (ISRO) dikutip dari Digital Trends, Senin (22/11/2021).

Dijuluki 'Hot Jupiter'

Penelitian juga mencatat bahwa planet yang disebut TOI 1789b atau HD 82139b ini berukuran 1,4 kali lebih besar dari Jupiter, planet paling besar di tata surya. Dengan jarak yang sangat dekat dengan Matahari, planet ini kemudian dijuluki sebagai 'Hot Jupiter' atau Jupiter Panas.

"Pengukuran ini dilakukan antara Desember 2020 dan Maret 2021. Pengukuran tindak lanjut lebih lanjut juga diperoleh dari spektrograf TCES dari Jerman pada April 2021, dan juga pengamatan fotometrik independen dari teleskop 43 sentimeter PRL di Gunung Abu," lanjutnya.

Di planet ini, suhu bisa sangat tinggi hingga 2000 K (3140 Fahrenheit atau 1727 Celsius), di mana suhu tersebut cukup panas untuk melelehkan besi. Planet ini juga mengembang, sehingga kepadatannya sangat rendah, sehingga bengkak dan lebih besar dari Jupiter meskipun memiliki massa yang lebih kecil.

Sementara itu, planet lain yang serupa dengan 'Hot Jupiter' juga telah ditemukan menggunakan instrumen lain seperti:

- exoplanet NGTS-10b yang ditemukan sebagai bagian dari Next-Generation Transit Survey (NGTS)

- KELT-9b yang dikenal terpanas karena memiliki suhu permukaan hingga 7.800 derajat Fahrenheit dan ditemukan menggunakan Kilo Degree Extremely Little Telescope.

Adapun dengan mempelajari planet temuan baru ini, astronom lebih terbantu dalam memahami bagaimana sistem planet terbentuk dan berevolusi.

"Deteksi sistem semacam itu meningkatkan pemahaman kita tentang berbagai mekanisme yang bertanggung jawab atas inflasi di 'Hot Jupiter' dan pembentukan serta evolusi sistem planet di sekitar bintang yang berevolusi dan menua," tutur ISRO sebagai penutup.



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top