Travel

Danau Kaolin Catatan Keliling Belitung (1)

Pesona Danau Kaolin, Putih Membiru

Pesona Danau Kaolin, Putih Membiru

Oleh: Imas Senopati

PULAU belitung tidak hanya dikenal dengan tambang timah dan pantai indah yang populer setelah meledakya film "Laskar Pelangi." Ada destinasi wisata yang bagus dan unik, Danau Kaolin, penghasil mineral kaolin. Siapa yang berendam di situ konon kulitnya bisa halus mulus...

"Ya pak dari danau ini pasir kaolin yang putih lembut diekspor ke berbagai negara untuk bahan kosmetik, pasta gigi, sabun, bahan porselelin, dan lainnya;" kata Aji, sopir yang mengantar kami ke Danau Kaolin akhir pekan lalu.

Terletak di Desa Air Raya Tanjungpandan, tadinya tanah datar, tapi kini setrlah puluhan tahun dieksploitasi menjadi kubangan besar dan kemudian menjadi danau yang airnya kebiru-biruan. Tampak indah memesona di tengah hamparan pasir putih bersih.

Danau Biru jadi sebutan lain bagi Danau Kaolin karena keindahan warna airnya yang biru turquoise dan nampak berkilauan. Warna terang ini begitu kontras dengan dataran berwarna putih di sekitarnya, sehingga menghasilkan pemandangan apik, terutama bagi lensa kamera.

Beberapa muda-mudi tampak mengabadikan panorama danau langka itu dengan kamera mobile phone atau kamera beneran. Ada pengunjung yang berombongan mrnggunakan bus, ada juga yang hanya berdua bermobil atau sepeda motor.

Bukan hanya pengunjung biasa, Danau Kaolin sudah terkenal di kalangan fotografer sebagai salah satu tempat sempurna berburu sunrise maupun sunset. Selain pemandangannya, pagi dan sore hari jadi waktu yang tepat untuk datang ke sini, karena suhu pada siang hari bisa sangat panas.

Di sekitar danau, prngunjung bisa menemukan pedagang makanan dan minuman. Ada juga penjual perhiasan dari batu khas Belitung menjajakan dagangannya di atas meja panjang beratapkan plastik di tepi danau.


Kaolin sejenis mineral tanah liat yang mengandung aluminium silikat. Material ini biasa dijadikan salah satu bahan untuk membuat porselen, kain, kertas, pasta gigi, hingga kosmetik. Daratan sekitar Danau Kaolin berwarna putih, karena mengandung mineral tersebut.

Sejauh mata memandang, pengunjung akan terpesona dengan pemandangan unik di Danau Kaolin. Namun, mata juga akan menangkap sisa eksploitasi penambangan dari relief batuan yang bentuknya tidak teratur.

Selain hunting foto, pengunujung juga bisa berenang di Danau Kaolin. Berenang di air yang mengandung kaolin dapat menyerap minyak berlebih, serta membuat kulit lebih halus. Namun, kata penduduk setempat, sebaiknya datang pada pagi atau sore, sebab suhu di kawasan itu sangat panas di siang hari.

Di tepi tebing dalam danau tampak dua eskavator yang menderu tengah rnenaikkan pasir ke beberapa truk. Danau diperkirakan akan semakin meluas. Entah sampai kapan kekayaan alam langka ini habis.

Dari para pedagang makanan di sekitar danau penilis memperoleh informasi penguasaan danau ini perusahaan swasta. "Sejak saya lahir ya sudah dikeruk seperti itu pak," kata Iksan, warga setempat penjual kelapa muda di tepi danau.

Di seberang jalan, terlihat tumpukan pasir kaolin putih menggunung. Tingginya diperkirakan sampai 10-15 meter. Sisa tambang kaolin yang menarik perhatian. Tumpukan kaolin itu berwarna putih bersih dan sebagian berbentuk menyerupai bukit salju.

"Itu limbahnya Pak. Bisa digunakan untuk berbagai macam kebiutuhan, termasuk bahan bangunan xan bahan kerajinan untuk suvenir," kata sopir Aji lagi.

Sayang keberadaan danau itubtidak dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan pariwisata. Tak terlihat jejak aparat yang menata sekitar area danau. Alangkah menariknya jika di sekitar danau dibangun gerai-gerai kecil tempat berjualan makanan dan kerajinan untuk suvenir para pengunjung. Terutama suvenir dengan sentuhan seni yang berbahan kaolin, sehingga bisa menjadi kenangan indah dan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemudan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sepanjang 2020 terdapat 62.701 wisatawan yang berkunjung ke Danau Kaolin Lumayan banyak untuk destinasi wisata yang tak terurus.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top