Daerah

Kadiskes Lampung, Reihana

Kabar Satu Warga Bandarlampung Terpapar Omicron, Begini Kata Kadiskes Lampung

Kabar Satu Warga Bandarlampung Terpapar Omicron, Begini Kata Kadiskes Lampung

LAMPUNG, SPOST.id - Pesan berantai melalui WhatsApp (WA) yang menyebarkan informasi satu warga Bandarlampung terpapar Covid-19 varian Omicron mengagetkan warga di ibukota Provinsi Lampung ini.

Adapun pesan itu berbunyi: "Rekan2 sekalian hari ini terdeteksi 1 org Warga Bandar Lampung yg terpapar C19 varian Omicron, utk itu ingatkan terus masyarakat tentang prokes ketat, aktifkan kegiatan PPKM skala Micro dan lakukan 3T kpd org yg kontak erat dgn warga yg terpapar. Salam sehat selalu".

Mengenai informasi tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung, Reihana. Ia menyebut, mengenai adanya warga Bandarlampung yang terpapar Omicron belum ada informasi.

"Belum ada info. Hari ini ada konfirmasi positif satu orang. Tapi, pemeriksaan WGS-nya baru mau dikirim, kok sudah ada berita omicron," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Kadiskes Lampung itu menyampaikan kalaupun ada kasus terkonfirmasi nantinya akan diumumkan ke publik.

"Kalaupun ada pasti akan diumumkan agar masyarakat lebih ketat prokes-nya," ujarnya.

Sebelumnya, dalam menghadapi gelombang 3 dengan varian Omicron, Kadiskes Lampung, Reihana, melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota serta rumah sakit se-Provinsi Lampung secara virtual, Senin (10/1/2022) pagi.

Pada rapat tersebut dibahas bagaimana strategi Provinsi Lampung dalam menghadapi gelombang 3 dengan varian Omicron di Provinsi Lampung. Pada prinsipnya, protokol kesehatan harus tetap digalakkan kembali.

Selain itu, penguatan tracking dan tracing, serta karantina atas masyarakat yang baru datang dari wilayah transmisi Omicron perlu diperkuat, supaya Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera tidak menjadi wilayah transmisi Covid-19 varian Omicron.

Kemudian, capaian cakupan vaksinasi Lampung juga dilakukan monitoring dan evaluasi, di mana isu yang saat ini berkembang adalah expired date atas vaksinasi yang sudah terdistribusi. Untuk antisipasi vaksin kadaluarsa, maka percepatan vaksin anak dan booster seyogianya dapat dilaksanakan.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top