Internasional

Sekelompok pasukan Rusia berpatroli di sekitar pangkalan militer Ukraina di Perevalnoye yang berhasil direbut. Pasukan Ukraina kini sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan semenanjung Crimea.(AFP)

CIA Latih Pasukan Khusus Ukraina Hadapi Rusia

CIA Latih Pasukan Khusus Ukraina Hadapi Rusia

JAKARTA, SPOST.id - Di tengah ketegangan antara Ukraina dengan Rusia di wilayah perbatasan, Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA diam-diam telah menyiapkan kemampuan tempur pasukan Ukraina.

Dikabarkan CIA telah memberikan pelatihan kepada pasukan Ukraina dan anggota intelijen negara tersebut.

Pelatihan rahasia itu terungkap setelah lima mantan anggota CIA serta pejabat keamanan nasional bicara tentang hal itu.

Menurut beberapa pejabat tersebut, program latihan rahasia tersebut telah dimulai sejak 2015, dan dilakukan di sebuah fasilitas yang tak disebutkan di sebelah selatan AS.

Dikutip dari Yahoo News, pelatihan rahasia oleh CIA itu diyakini akan memainkan peranan penting jika terjadi perang melawan Rusia.

Diketahui ketegangan antara AS-Ukraina dan Rusia tengah meningkat setelah adanya peningkatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina.

Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin juga telah bertemu di awal pekan ini untuk membahas masalah keamanan di Ukraina.

Tetapi pembicaraan tersebut gagal mencapai kesepakatan yang konkret.

Program latihan rahasia itu dijalankan oleh pasukan paramiliter yang bekerja untuk Cabang Darat CIA, yang saat ini secara resmi dikenal sebagai Departemen Darat.

Latihan rahasia ini didirikan oleh pemerintahan Barack Obama setelah invasi dan pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014.

Setelah itu diperluas di bawah pemerintahan Donald Trump, dan ditambahkan lebih jauh pada masa Joe Biden.

Menurut mantan pejabat tersebut, pelatihan yang diberikan dalam latihan rahasia itu termasuk pelatihan senjata api, teknik kamuflase, navigasi darat, taktik seperti berlindung dan bergerak, intelijen dan area lainnya.

Namun, pejabat AS menyangkal bahwa program pelatihan oleh CIA itu berorientasi ofensif.

"Tujuan pelatihan yang diberikan adalah membantu pengumpulan informasi intelijen," kata seorang pejabat senior CIA saat ini.

Tapi apa yang disebut sebagai dukungan intelijen, dalam konteks paramiliter bisa jadi ambigu.

Bagaimana pelatihan ini akan diterapkan oleh Ukraina dapat berubah dengan cepat, sesuai fakta yang ada di lapangan.

Menurut mantan pejabat CIA, program tersebut telah melibatkan latihan spesifik tentang keterampilan yang akan meningkatkan kemampuan Ukraina untuk melawan Rusia.

"Latihan tersebut yang mencakup hal-hal taktis, akan mulai terlihat sangat ofensif jika Rusia menginvasi Ukraina," kata mantan pejabat intelijen tersebut.

Sedangkan mantan pejabat CIA lainnya mengatakan dengan lebih blak-blakan.

"Amerika Serikat sedang melatih pemberontakan," katanya.

Ia pun menambahkan bahwa program tersebut telah mengajarkan Ukraina bagaimana membunuh orang Rusia.


sumber : TRIBUNJAMBI
0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top