Opini

Denny Siregar

Sebuah Pernyataan Perang

Sebuah Pernyataan Perang

TANGGAL 8 Mei 2018

Tahanan teroris yang menumpuk di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, memberontak. Ada 150 orang teroris disana, sebagian besar berafiliasi dengan ISIS..

Mereka menguasai penjara. Merebut senjata. Menyandera dan memutilasi 5 orang anggota Densus 88 yang kebetulan sedang bertugas menginterogasi mereka. Salah satu anggota digorok lehernya pakai kaca. Sadis dan ini jelas bukan perbuatan mereka yang menyebut dirinya manusia.

Ketika mendengar kisah itu saya menangis. Saya dendam. Dan dendam itu saya salurkan untuk membuat "monumen" para anggota Densus yang gugur. Kuburan mereka memang dirahasiakan tempatnya, tapi saya ingin kisah mereka selalu diingat sepanjang masa.

Saya kumpulkan orang2 hebat di bidang film. Penulis skenario Monty Tiwa. Sutradara Rudy Soejarwo. Produser Yoen K. Aktor utama Nicholas Saputra dan Ariel Tatum. Terlibat juga Nugie, Iwa K, Revaldo, Dewi Irawan dan banyak lagi.

Kita akan bikin karya besar, sebuah film perlawanan terhadap terorisme. Sebuah sikap yang dibangun dalam bentuk karya seni di panggung megah. Sebagai pengingat kita semua, betapa bahayanya negeri ini jika dikuasai mereka.

Kami bersatu. Sebagai anak bangsa yang berjiwa seni, melakukan apa yang kami bisa untuk negeri ini. Kami marah. Dan marah kami melahirkan karya.

Saya pernah berdoa, "Tuhan, jika Engkau restui, ijinkan aku meluaskan medan perang ini.." Dan disinilah kami. Memulai sesuatu yang tidak semua orang berani..

Kita bisa berjuang bersama, kawan. Tunggu kami di "medan perang". Juli 2022. InsyaAllah..

Seruput kopinya..

Denny Siregar


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top