Seni budaya

Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Yogyakarta, Water Color on Canvas, 2021

Bangunan Heritage, Kebeningan Cat Air pada Kanvas Nanang Widjaya

Bangunan Heritage, Kebeningan Cat Air pada Kanvas Nanang Widjaya

Oleh: Raihul Fadjri

MENDEKAM di dalam studio selama 24 jam berdiri di depan kanvas dengan tubuh belepotan cat bukanlah cara berkesenian Nanang Widjaya. Pria kelahiran Jakarta 51 tahun lalu ini keluar dari lingkungan rumah dan studionya. Dibakar terik sinar matahari, di tengah keriuhan kawasan perkotaan, dia bergerak dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain untuk menggarap karya lukis, langsung berhadapan dengan obyek lukisannya (on the spot). "Saya bosan terus menerus melukis di dalam studio," ujar Nanang, Sabtu (5/2/2022).

Dia tidak puas membuat lukisan hanya dengan memindahkan obyek lukisannya berupa bangunan heritage dari hasil jepretan kamera foto. Bangunan heritage dan lanskap perkotaan (city scape) merupakan subject matter karya lukisnya. Pada pameran bertajuk Song of Reality Water Color on Canvas yang dibuka pada 27 Februari 2022 di NW Art Space, Yogyakarta, Nanang memajang 20 karya lukis. Ada Kelenteng Fuk Ling Miau di Yogyakarta, Pura Mengwi di Tabanan-Bali, Keraton dan Pasar Gede Surakarta, sudut Kota Melaka di Malaysia, hingga bangunan heritage di Thailand dan Taiwan.

Pura di Bali, Water Color on Canvas, 2019

Lihatlah karya lukis berjudul Kelenteng Fuk Ling Miau (2021), dibingkai dengan garis-garis spontan dalam warna merah yang kuat mengisi sebagian besar bentuk kelenteng berlokasi di kawasan Gondomanan Yogyakarta ini. Kelenteng ini dibangun sekitar tahun 1900 di atas lahan hibah Keraton Yogyakarta yang kemudian ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya pada 2007.

Nanang menggarap lukisan bangunan heritage yang lebih tua lagi, yakni Pura Mengwi di Tabanan, Bali yang dibangun pada tahun 1632 oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu dibantu seorang arsitek keturunan Tionghoa Ing Khang Ghoew. Karya lukis berjudul Pura di Mengwi Tabanan (2021) ini berupa tampak depan bangunan pura dengan sejumlah bentuk figur dalam pakaian tradisional Bali di halaman pura. Komposisi warna-warna ringan mengisi bentuk bangunan tradisional Bali yang ditambah efek transparan cat air yang menyegarkan. Bahkan masih terlihat tekstur kain berupa struktur bentuk titik-titik di balik efek transparan itu.

Penang Street, Water Color on Canvas, 2020

Saat berkunjung ke Penang, Malaysia, Nanang menyempatkan diri melukis keramaian salah satu sudut pertokoan berupa bangunan bercorak arsitektur Cina dengan nama-nama toko bertuliskan aksara Cina pada karya Ho Ping Café Penang (2019), Market (2019), atau Penang Street (2020). Keramaian sudut kota juga dia tangkap saat berada di Melaka, Malaysia (Sudut Kota Melaka Malaysia, 2020).

Pilihannya terhadap subject matter berupa bangunan heritage karena dia suka bangunan heritage. "Pertimbangan saya adalah nilai kesejarahan bangunan heritage yang menyimpan cerita yang melegenda. Kekayaan yang ada di dalam bangunan heritage muncul lewat bangunan yang termakan usia," katanya.

Borobudur, Water Color on Canvas, 2021

Karya-karya city scape Nanang muncul di atas kanvas dengan sisi terpanjang melebar mencapai 250 sentimeter dengan sisi terpendek sepertiganya, sehingga bisa menampung bidang lanskap horizontal yang maksimal.

Nanang berubah dari menggunakan teknik cat minyak dan akrilik beralih ke teknik cat air sejak 10 tahun lalu. Bagi dia teknik cat air memberi tantangan, karena secara teknis tidak bisa diulangi dan hasilnya di luar dugaan. "Efeknya tak bisa diduga. Itu yang membahagiakan," kata Nanang. Selain itu, cat air lebih mudah dibawa ke manapun karena lebih ringan. "Cat air mudah dibawa ke luar masuk bandara ketika saya ke luar negeri untuk melukis."

Keraton Surakarta, Water Color on Canvas, Detil, 2019

Pilihannya tetap menggunakan media kanvas—bukan media kertas sebagaimana umumnya lukisan cat air—karena ukuran kertas terbatas. Sebaliknya ukuran panjang kanvas tak terbatas untuk menampung corak lukisan city scape Nanang yang melebar secara horizontal.

Ho Ping Cafe Penang, Water Color on Canvas, Detil, 2019

Meski memakai kanvas dengan ukuran panjang yang dominan, tidak semua kanvas lukisannya penuh dengan citraan bentuk. Banyak karya lukisnya yang dibiarkan kosong, khususnya pada bagian tepi. "Tidak harus semua bidang kanvas terisi. Ini soal rasa," katanya. (*)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top