Seni budaya

HOJATUL ISLAM, Subuh Menjelang Pagi III, Acrylic on Canvas, 2021

Hamparan Alam dan Figur Liar Pada Kanvas Dua Pelukis

Hamparan Alam dan Figur Liar Pada Kanvas Dua Pelukis

Oleh: Raihul Fadjri

BAGAIMANA ketika karya lukis bercorak naturalis bertemu lukisan bergaya figuratif? Inilah yang terjadi di ruang pamer Redbase Foundation, Yogyakarta pada pameran bertajuk Inside Out, 12 Maret - 25 April 2022. Dua pelukis, Hojatul Islam dan Uswarman, menghadirkan dua corak lukisan yang sama sekali berbeda dan keduanya sama sekali tidak memasukkan masing-masing subject matter lain pada karyanya.

Karya lukis Hojatul melulu mengeksplorasi citraan alam dengan teknik realis. Tidak ada citraan manusia, tidak juga ada citraan hewan pada karya lukisnya. Hojatul memang akrab dengan kehidupan alam terbuka. Dia sering melewati hamparan hutan tropis di Provinsi Riau.

Pada karya bertajuk Subuh Menjelang Pagi II (2021) pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 42 tahun lalu ini menggambarkan lanskap yang dominan dengan warna hijau di kaki perbukitan dengan latar belakang pegunungan nan biru di bawah gulungan awan di cakrawala.

HOJATUL ISLAM, Subuh Menjelang Pagi II, Acrylic on Canvas, 2021

Di bagian depan pojok kanvas, Hojatul membuat permainan visual yang lebih detil lewat bentuk bagian bawah pohon yang dikerumuni tumbuhan perdu di sekitarnya. Dia menampilkan helai-helai daun di atas terpaan sinar matahari dengan teknik realis fotografis.

Yang menarik dan membuat karya lukis Hojatul berbeda dengan lukisan naturalis pada umumnya, dia tidak menampilkan secara utuh hamparan lanskap itu. Hojatul seolah menyembunyikan beberapa bagian citraan lanskap dibalik hamparan sapuan kuas dalam warna putih. Pada karya berjudul Subuh Menjelang Pagi III (2021) misalnya, dia menggambarkan aliran air di sungai kecil di tengah kehijauan berbagai bentuk dedaunan. Di bagian atas kanvas, kehijauan alam dalam suasana keremangan pagi hari itu seperti bersembunyi di balik hamparan cat putih bak embun pagi yang menyelimuti daratan.


HOJATUL ISLAM, Subuh Menjelang Pagi III, Acrylic on Canvas, 2021

Bahkan pada karya bertajuk Subuh Menjelang Pagi VI (2021) sebagian besar kanvas—di bagian atas dan bawah—tertutup sapuan kuas ekspresif. Yang tersisa segaris kerumunan bentuk dedaunan berhelai panjang menjuntai seperti mengintip di bagian tengah kanvas. Bagian yang tertutup sapuan warna putih itu bak menggambarkan sesuatu yang belum selesai, ada soal waktu—pagi hari—yang akan terus bergerak. Dia menyebutnya suatu situasi yang tidak sempurnanya.


HOJATUL ISLAM, Subuh Menjelang Pagi VI, Acrylic on Canvas, Detil, 2021

"Ketidaksempurnaan mendorong saya menggambarkan sesuatu yang belum selesai. Alam tidak sepenuhnya utuh," ujar Hojatul yang menyelesaikan pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Sebaliknya, Uswarman nyaris tidak memasukkan citraan lain dalam karya lukisnya selain berbagai bentuk figur dengan menyisakan sedikit bentuk lain. Dengan sapuan kuas dalam garis-garis yang liar pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 40 tahun lalu ini menampilkan bentuk figur utuh maupun bagian tertentu tubuh manusia.

Pada karya berjudul Yang Muda Yang Gak Dipercaya (2009) Uswarman menampilkan citraan separo tubuh manusia bagian atas yang terpotong pada bagian kepala dan lengan. Karya lukis yang hemat warna ini—dominan warna hijau dan putih—dibangun dengan tumpukan garis. Uswarman seperti mencoba menarik perhatian orang dengan bentuk di bagian kepala dengan enam bentuk mulut menganga memamerkan sederet gigi.

USWARMAN, Yang Muda Yang Gak Percaya, Acrylic on Canvas, 2009

Ekspresi wajah lebih jelas pada karya bertajuk Watching (2021). Uswarman menebar potongan-potongan kepala di seluruh permukaan kanvas dengan mata mendelik yang dibalut dengan warna gelap. Dia seperti mengarahkan perhatian orang pada bagian tengah kanvas berupa bidang persegi dalam warna kuning yang berusi potongan kepala juga dengan mata membelalak.


USWARMAN, Untitled, Acrylic on Canvas, 2022

Pada karya berjudul Million Dollar Painting (2009), Uswarman lebih memudahkan orang menangkap narasi karya lukisnya dengan menambahkan sederet teks pada karya lukisnya tentang pasar seni rupa.


USWARMAN, Million Dollar Painting, Acrylic on Canvas, 2009

Dua pelukis ini tampil dengan dua corak karya yang berbeda mengisi referensi estetik penikmat seni: alam dan manusia.



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top