Wawancara Khusus

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto (Spost.id/Atan)

Jangan Gunakan Istilah Klitih Tapi Kejahatan Jalanan

Jangan Gunakan Istilah Klitih Tapi Kejahatan Jalanan

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali muncul aksi kekerasan jalanan. Bahkan yang terakhir, aksi tersebut menewaskan seorang pelajar salah satu SMA swasta di Yogyakarta.

Kejahatan dalam bentuk kekerasan jalanan ini, oleh masyarakat luas sering disebut dengan istilah klithih. Namun, polisi keberatan dengan penggunaan istilah tersebut.

Mengapa polisi mengharap masyarakat tidak menyebut dengan istilah klithih? Berikut wawancana wartawan SPOST.id dengan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.


Tanya : Klithih itu apa Pak? Mengapa polisi menyarankan tidak menggunakan istilah tersebut?

Kombes Pol Yuliyanto : Klithih itu, sebenarnya tidak ada dalam istilah undang undang, sehingga kalau semua atau segala macam kejahatan di jalan itu dikategorikan sebagai klithih, nanti mengklasifikasikan agak repot. Kedua, bahwa makna klithih itu sendiri bukan hal negatif tetapi adalah jalan-jalan yangh tidak ada tujuan tetapi dalam rangka membangun kembali energi positif.

Karena itu, istilahnya adalah kejahatan di jalanan.

Tanya : Lebih ke acara refreshing?

Kombes Pol Yuliyanto : Sebenarnya lebih ke refreshing bukan terus seperti sekarang. Sekarang menjadi serba kacau, kemudian mengklasifikasikan tindak pidana menjadi repot. Misalnya orang menyebutkan orang membawa senjata tajam menjadi klithih, malaki orang menjadi klithih, melukai orang menjadi klithih. Padahal bahasa seperti itu di KUHP tidak ada, jadi sebaiknya dikembalikan lagi makna klithih itu ke hal-hal yang positif.

Tanya : Peristiwa kemarin, seperti apa kejadiannya?

Kombes Pol Yuliyanto : Peristiwa ini, yang menjadi korban tidak acak, pasti ada sebab musababnya. Nah peristiwa kemarin itu, ada ketersinggungan di jalan. Kalau, orang di jalan itu oramg bisa bersopan santun, saling menghargai tidak akan terjadi.

Tanya : Proses hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan?

Kombes Pol Yuliyanto : Kalau proses hukumnya sesuai dengan apa yang dilanggarnya. Kalau membawa senjata tajam, tentu kita kenakan Undang undang Darurat, kalau melukai orang dengan senjata tajam, dia melakukan penganiayaan, tentu berbeda kalau dia tidak ketemu di jalan dengan tangan kosong kemudian berkelahi ada korbannya, bisa saja menjadi pengeroyokan, 170 (KUHP) atau penganiayaan, jadi tidak digeneralisir dengan klithih.

Tanya : Polisi tegas?

Kombes Pol Yuliyanto : Iya tegas, sekalipun mungkin masyarakat memandang bahwa kalau anak bawah umur tidak diproses. Salah. Anak bawah umur pasti juga akan diproses manakala dia memenuhi unsur untuk dilakukan proses hukum. Tentu memang pelaksanaan proses terhadap anak di bawah umur berbeda dengan orang yang sudah dewasa. Lama waktu pemeriksaan, ditahan dimana itu diatur khusus. Tidak seperti yang lain, memang ada aturan khusus.

Tanya : Mengapa?

Kombes Pol Yuliyanto : Ini tuntutan undang undang. Tidak bisa kami terus menegakkan aturan menegakkan undang undang dengan melanggar aturan, tidak boleh.

Tanya : Jadi?

Kombes Pol Yuliyanto : Sepanjang mereka para pelaku itu terpenuhi unsur-unsur tindak pidana tentu kami proses. (MU)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top