Konsultasi Hukum

THR

Hak Karyawan Kontrak Mendapatkan THR

Hak Karyawan Kontrak Mendapatkan THR

Pertanyaan:

Saya bekerja disalah satu pabrik perakitan sepeda motor di Cikarang dan telah bekerja selama kurang lebih satu tahun dua bulan disana, menjelang lebaran hari raya idul fitri biasanya para karyawan tetap yang bekerja di pabrik perakitan sepeda motor tersebut mendapatkan tunjangan hari raya (THR) idul fitri di setiap tahunnya, namun saya dan teman-teman karyawan kontrak yang bekerja di sana tidak pernah diberi THR sepeserpun dari perusahaan tersebut dengan alasan masih karyawan kontrak.

Saya ingin bertanya apakah benar saya tidak berhak mendapatkan THR dari perusahaan karena status karyawan saya yang masih karyawan kontrak? Lalu bagaimana cara saya mendapatkan THR tersebut? Terima kasih.

Ryanto, Cikarang

Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan saudara.

Setiap tahun seluruh umat beragama di Indonesia merayakan hari raya keagamaannya masing-masing. Hal ini juga terdapat dalam agama Islam yang mempunyai hari raya keagaamaannya tersendiri yang termasuk dalam perayaan hari raya idul fitri, disetiap tahunnya menjelang hari raya idul fitri, masing-masing pengusaha baik perseorangan maupun berbadan usaha diwajibkan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya ("THR") kepada pekerja atau buruhnya.

Pemberian THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan ("Permenaker No. 6 Tahun 2016").

Adapun berdasarkan Permenaker No. 6 Tahun 2016, Pekerja/Buruh yang telah bekerja lebih dari 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih berhak mendapatkan THR sebanyak 1 (satu) bulan gaji/upah namun hal ini tidak berlaku pada pekerja / buruh yang bekerja minimal 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapI kurang dari 12 (dua belas) bulan, THR nya diberikan secara proporsional sesuai masa kerja.

Apabila kita melihat dari pertanyaan saudara, maka tindakan perusahaan saudara yang tidak memberikan THR kepada saudara adalah perbuatan yang melanggar Permenaker No. 6 Tahun 2016, seharusnya dengan masa kerja saudara yang telah melebihi dari satu tahun secara terus meneris seharusnya saudara berhak mendapatkan THR yang dihitung dari 1 (satu) bulan gaji/upah. Oleh karena tindakan perusahaan saudara telah melanggar Permenaker No. 6 Tahun 2016 maka saya menyarankan kepada Saudara untuk segera melakukan pelaporan dan pengaduan ke website: poskothr.kemnaker.go.id , agar perusahaan saudara dapat dikenakan sanksi administratif, hingga pembekuan kegiatan usaha. Terima kasih

Ardian Harahap, S.H.

Lawyer at Hendropriyono and Associate Advocates & Legal Consultants



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top