Seni budaya

Lukisan "Shot Sage Blue Marilyn" karya Andy Warhol ditampilkan selama pratinjau pers di New York, Senin (21/3/2022). Rumah lelang Christie menyatakan akan melelang lukisan potret Marilyn Monroe yang dibuat Warhol pada 1964 tersebut pada Mei mendatang di New York. (TIMOTHY A. CLARY/AFP)

Fantastis, Lukisan Marilyn Monroe Laku Rp2,83 Triliun

Fantastis, Lukisan Marilyn Monroe Laku Rp2,83 Triliun

JAKARTA, SPOST.id - Salah satu potret Marilyn Monroe karya Andy Warhol tahun 1964 terjual dengan harga fantastis.

Dalam lelang, lukisan itu terjual dengan harga USD 195 juta atau sekitar Rp2,83 triliun di Christie"s pada Senin malam, 9 Mei 2022.

Harga tersebut menunjukkan bahwa pasar seni setidaknya memiliki nilai yang sangat tinggi, sebagian besar menahan tekanan dari jatuhnya saham dan kenaikan suku bunga.

Dikutip liputan6 dari CNBC, Selasa (10/5/2022), rencananya Christie"s dan Sotheby justru ingin menjual karya seni tersebut senilai lebih dari USD 2 miliar dalam dua minggu ke depan.

Meskipun sedikit di bawah perkiraan USD 200 juta dan jauh di bawah harga bisikan USD 250-300 juta yang diharapkan banyak dealer, penjualan masih dipandang sebagai mosi percaya untuk seni sebagai penyimpan nilai jangka panjang di tengah siklus pasar yang bergejolak. Sayangnya, pembelinya pun tidak teridentifikasi.

"Ini menunjukkan bahwa kualitas dan kelangkaan akan selalu mendorong pasar," kata Chief Operating Officer Galeri Gagosian Andrew Fabricant. "Ini akan memberikan dorongan psikologis pada pemikiran semua orang," lanjutnya.

Marilyn yang dikenal sebagai "Shot Sage Blue Marilyn" adalah salah satu dari lima versi dalam skema warna berbeda yang dilukis Warhol pada tahun 1964, tepatnya dua tahun setelah kematian Marilyn Monroe.

Dengan warna-warna cerah dan ekspresi yang menawan, potret-potret tersebut menjadi karya Warhol yang paling ikonik dan terkenal. Versi oranye baru-baru ini dijual kepada miliarder hedge fund Ken Griffin seharga lebih dari USD 200 juta.

"Ini adalah Gunung Everest pada zamannya," kata Fabricant. "Semua orang di dunia ketika lukisan-lukisan ini dibuat mengetahui kisah Marilyn Monroe, kehilangan epik dan pencapaian epik. Dan Warhol sendiri mulai menjadi ikon. Jadi itu adalah dua ikon pada puncaknya," tuturnya.

Potret tersebut didasarkan pada foto promosi Monroe dari film "Niagara". Versi yang dijual pada Senin lalu itu dimiliki oleh keluarga pedagang seni Swiss, Ammanns, yang telah memilikinya sejak awal 1980-an. Hasilnya akan disumbangkan untuk amal.

Namun, Yayasan Thomas dan Doris Ammann di Zurich mengatakan akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung program kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.

Termasuk Lukisan Termahal

Selain memecahkan rekor karya seni Amerika paling mahal yang pernah dilelang, ini adalah karya seni termahal kedua yang pernah dijual selain "Salvator Mundi" karya Leonardo da Vinci yang terjual di Christie"s pada 2017 seharga USD 450 juta atau lebih dan "Les Femmes d"Alger" Picasso, yang terjual seharga USD 179 juta pada tahun 2015.

Tidak seperti kebanyakan karya dengan harga tinggi yang dijual di lelang, "Marilyn" tidak dijual dengan jaminan, yang merupakan harga minimum di mana pihak ketiga atau rumah lelang setuju untuk membeli karya tersebut.

Dealer mengatakan penjual ingin memaksimalkan hasil yang aman dan jaminan yang mengharuskan penjual untuk menyerahkan sebagian harga di atas jumlah yang dijamin.

"Ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi," kata Fabricant. "Potongan-potongan seperti ini tidak sering muncul."


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top