Opini

Todung Mulya Lubis

Kristiansand Kota Kebudayaan dan Pusat Intelektualisme

Kristiansand Kota Kebudayaan dan Pusat Intelektualisme

Oleh: Todung Mulya Lubis

KRISTIANSAND adalah kota kecil dengan penduduk sekitar 120,000 jiwa. Letaknya di pantai, dengan fjord yang indah. Di kota ini ada universitas, Agder University, yang sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada selama 30 tahun. Mensesneg Pratikno ikut merintis kerjasama ini. mungkin sudah ratusan mahasiswa UGM yang belajar di sini baik untuk sandwich program, S2 dan S3.

Minggu lalu, ketika saya berkunjung ke Kristiansand saya bertemu dengan sekitar 20 mahasisiswa UGM yang menemukan rumah kedua mereka. saya melihat antusiasme mahasiswa yang membersitkan harapan untuk Indomesia yang lebih baik.

Di Markens Street, sebuah 'walking street' banyak toko dan restoran yang mengundang kita untuk singgah sebentar, ngopi atau makan. Di sini ada juga 'fish market' kita bisa menikmati salmon yang terkenal itu. tapi jangan lupa, di situ kita juga membeli ikan asin yang dagingnya lembut. kota ini tidak 'garing' walau karakter orang Norwegia itu agak dingin dan menjaga jarak. dimana-mana kita melihat 'gallery kecil' dimana lukisan-lukisan kontemporer dipajang.

Di kota ini sedang dibangun pabrik batterey yang besar sekali sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengurangi emisi. Saya sudah ketemu dengan CEO perusahaan batterey yang kalau jadi akan memasok batterey untuk kapal, bus kota, mobil dan mungkin juga pesawat.

²Tak jauh dari Kristiansand ada 'workshop'milik Agder University dimana pengembangan 'artificial inteligence' dan robotic' sedang digalakkan. Menteri Pendidikan kita dari kabinet sebelumnya pernah berkunjung kesana untuk mencari inspirasi dan membawanya ke Indonesia.

Saya harus sebut juga bahwa di pinggir fjord di sekitar pasar ikan ada gedung opera modern, yang akhir bulan juni nanti akan menampilkan Andrea Bocelli. Saya jadi pingin ke Kristiansand lagi. Kota ini memang kota yang sedang menjadi digital, tempat kebudayaan dan juga pusat intelektualisme. Konon dulu di kota ini Leon Trotsky pernah melakukan self-exile di kota ini. (*)

Prof. Todung Mulya Lubis, Duta Besar Indonesia di Norwegia.



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top