Seni budaya

Beban Identitas, Acrylic on Canvas, 2021

Sosok Perempuan Super dalam Karya Lukis Eduard

Sosok Perempuan Super dalam Karya Lukis Eduard

Oleh Raihul Fadjri

PEREMPUAN bagi pelukis Eduard adalah nafas bagi kehidupannya. Sosok Ibu yang mengandung anaknya selama sembilan bulan, bersusah payah hampir meregang nyawa untuk melahirkan, merawat, menyayangi anaknya melebihi dirinya, bahkan bekerja untuk membesarkan anaknya serta memberi pendidikan yang terbaik.

Narasi inilah yang dia tuangkan dalam sembilan karya lukisnya pada pameran bertajuk A Woman is a Breath of Life di Mono8 Gallery, Kota San Juan, Filipina. 9 Juni - 1 Juli 2022. Tengoklah karya bertajuk Perempuan Soliter (2021) berupa sosok perempuan dengan bagian perutnya menggelembung hingga menjuntai ke bagian kakinya. Di atas perut itu muncul bentuk seperti puting susu yang mengeluarkan bentuk-bentuk fantasi tempat bertengger figur-figur dalam ukuran mini. Yang menarik sosok perempuan ini memegang senapan bak mengancam siapa saja yang menghalangi perannya sebagai perempuan.

Episode Jalanan#2, Acrylic on Canvas, 2021

Eduard juga mengeksplorasi peran ganda perempuan yang tak cuma sebagai ibu rumah tangga yang menangani semua urusan di rumah tapi juga berperan di ruang publik untuk mencari nafkah lewat karya seri Episode Jalanan#1 dan #2. Dua karya itu berupa bentuk tubuh yang menggelembung yang ditopang dua kaki yang kokoh.

Atau karya lukis bertajuk Heristoris (2021) berupa sosok bak manusia super dengan perut berisi citraan bentuk mesin dengan kepala berupa susunan citraan bentuk mirip payudara sedang duduk dengan kaki menginjak tumpukan buku tebal. Sosok ini dikawal figur perempuan dengan senjata api laras panjang di tangan.

Perempuan Soliter, Acrylic on Canvas, 2021

Eduard menggarap karya lukisnya dengan mengeksplorasi bentuk-bentuk surreal yang dia sebut imaji persepsi. "Karya saya hasil dialektik bolak-balik antara gagasan (imaji) dan tema (persepsi)," ujar Edo Pop, panggilan akrabnya. Terutama gagasan estetis dengan kehidupan dunia perempuan yang berhubungan dengan tubuh dan benda atau artefak yang muncul melalui imaji yang terbentuk dalam ingatan pada suatu peristiwa psikologis. "Terdapat rekaman ingatan dalam bentuk memori di masa lalu dalam kehidupan budaya lokalitas dan spiritualitas keseharian."


Mengurai Mimpi Pagi, Acrylic on Canvas, 2018

Pelukis yang menetap di Yogyakarta ini mewujudkan bentuk imaji itu setelah dia olah dengan mendeformasi bentuk, dengan melebih-lebihkan, penambahan, pengurangan yang menghasilkan bentuk baru. "Saya harapkan publik bisa memahami kehidupan perempuan yang melekat pada satu peristiwa, kehidupan individual, sosial dan politik di dunia perempuan," katanya.

Yang menarik, bentuk figur maupun bentuk lain yang muncul pada karyanya berupa susunan ribuan garis pendek di atas kanvas yang merupakan gaya khas karya lukis Eduard.


Meraja Sepi, Acrylic on Canvas, 2021

Pameran di Filipina ini merupakan pameran tunggal ketiga Eduard di luar negeri. Dia sebelumnya menggelar pameran tunggal di Copenhagen-Denmark, dan Singapura. "Pengelola galeri tertarik dengan karya lukis saya yang dinilai secara estetis memiliki corak yang khas, unik, artistik, aneh, lain daripada yang lain, terutama dibanding karya pelukis Filipina," ujar pria kelahiran Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 50 tahun lalu ini. (*)

Raihul Fadjri, wartawan senior, pemerhati senirupa.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top