Opini

Todung Mulya Lubis

Menyaksikan RI Kejar Investor Minyak

Menyaksikan RI Kejar Investor Minyak

Oleh: Todung Mulya Lubis

JAM 8.30 pertemuan pertama diadakan dengan Menteri Perminyakan dan Energi Norway, Terje Aasland, di Government House. Pertemuan ini tak berlangsung lama yaitu hanya mengutarakan prioritas Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan sesuai komitmen Indonesia, dan meminta komitmen Norway untuk membantu Indonesia. Menteri Terje Aasland mengatakan bahwa dia akan meminta perusahaan-perusahaan energi Norway untuk membantu transisi energi di Indonesia. Selain itu diadakan pula pembukaan secara resmi dialog energi Indonesia-Norway yang sudah tertunda dua tahun karena pandemi covid-19. Dialog energi ini dihadiri oleh pemain-pemain energi Norway yang memang memilki minat untuk berinvestasi di Indoesia. Atau sedang melirik Indonesia.

Jam 12 Menteri Terje akan menjamu delegasi Indonesia makan siang sementara Menteri Arifin Tasrif, saya dan beberapa lagi dari Kementerian ESDM dan SKK Migas melanjutkan perjalanan ke Equinor karena akan bertemu Equinor.Jam 10.30 kami bertemu dengan pimpinan Equinor, President Anders Opedal yang didampingi oleh Brynjulv Klove yang tahu banyak mengenai Indonesia. Equinor pernah berinvestasi di Indonesia tetapi mundur setekah 10 tahun gagal mendapatkan sumber minyak (discovery) yang diinginkan. Alasannya adalah karena Equinor tak nyaman dengan konsep "grosssplit" dan tak adanya insentif fiskal dan non-fiskal.

Menteri Arifin Tasrif mengundang Equinor untuk masuk kembali dan menawarkan fleksibilitas dalam kontrak, malah kalau Equinor ingin kembali ke "production sharing contract, maka Indonesia akan bersedia memenuhi permintaan itu. Pokoknya kita sekarang sedang berjuang merebut modal asing di sektor migas ini. Bayangkan Chevron, Exxon, Total dan Conoco Phillips sudah pada hengkang. Sementara sumber minyak baru masih sangat banyak dan saya melihat dengan naiknya harga minyak sekarang akan selalu ada "profit" yang besar dari investasi di sector permiyakan ini. Setidaknya penambangan minyak akan bisa jadi langkah awal menuju energi terbarukan.

Jam 13.30 Menteri ESDM Arifin Tasrif menerima 4 perusahaan energi terbarukan Norway yaitu ScattecSolar, Fred Olson, Tinfos dan Ocean Sun. Mereka ingin mendapatkan bantuan untuk bisa masuk ke pasar Indonesia. Tinfos mengeluh karena ada 42 izin yang musti diperoleh, ada kesulitan untuk bisa lolos prakualifikasi. Fred Olson juga mengeluhkan sulitnya untuk lolos prakualifikasi. Ocean Sun mengeluhkan aturan perizinan yang berbelit-belit sementara ScattecSolar mengeluh mengenai persyaratan "local content" yang tinggi dan adanya permintaan orang dalam PLN akan saham kosong.

Menteri ESDM tak bisa menjawab semuanya tetapi dia bilang silakan menulis surat kepada dirinya, dan dia akan mencoba membantu. Sayang pertemuan dengan perusahaan energi Norway ini tak dihadiri oleh pihak PLN yang bertanggung jawab terhadap produksi dan distribusi energi di Indonesia.

Jam 15.15 Menteri ESDM bertemu dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup, Espen Barh Eide. Pertemuan berlangsung hangat dan lancar karena Espen Barth Eide tahu banyak mengenai Indonesia. Dia bilang dia ingin ke Indonesia untuk mencoba memperbaiki hubungan kerjasalma Indonesia-Norway dalam bidang pelestarian hutan.

Kunjungan kehormatan ini lebih banyak bicara soal umum. Lalu kami berangkat menuju hotel Radison Blue sebelum berangkat ke Hotek Thief untuk makan malam bersama perusahaan minyak Neptune. Neptune adalah perusahaan minyak yang punya lading minyak di 8 negara termasuk Indonesia. Pete Jomnes dan David Hemmings menjelaskan bahwa mereka sedang menjajaki lahan tambahan di Indonesia, dan karenanya mereka datang dari London hanya untuk menjumpai Menteri ESDM.

Prosesnya masih berlangsung, tapi dari bahasa tubuh Menteri ESDM saya melihat Neptune akan mendapat apa yang dimintanya. Indonesia memang sedang mengejar perusahaan minyak asing untuk berinvestasi, dan Neptune, meski bukan "the Seven Sisters" tapi sudah punya rekam jejak yang banyak dalam industri penambangan minyak.

* Prof. Todung Mulya Lubis, Duta Besar Indonesia di Norwegia.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top