Opini

Raudhah Catatan Perjalanan Haji (1)

Raudhah dan Aplikasi 'Eatmarna'

Raudhah dan Aplikasi 'Eatmarna'

Pengantar: Dr. Muh Saekan Muchith, dosen UIN Walisongo Semarang, termasuk rombongan jemaah haji tahun ini dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Berikut laporannya untuk pembaca Spost.id yang dimuat bersambung mulai hari ini. (Redaksi)

SETELAH beberapa hari beribadah dan berziarah di Madinah, tibalah saatnya kami dan rombongan Calon Jemaah Hajj (CJH) Raudhah (tempat mustajab) selalu diidam-idamkan setiap JH saat berada di Madinah.

Raudhah dulunya ini adalah area di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar tempat beliau berkhutbah di Masjid Nabawi. Sekarang yang dipahami sebagai Raudhah mulai dari makam Rasulullah sampai mimbar masjid Nabawi.

Sesuai hadis Rasulullah Saw "Di antara rumahku dan mimbarku ada raudhah min riyadhil Jannah (sebuah taman di antara taman-taman surga)." (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadis tersebut maka, umat Islam selalu ingin berkunjung dan berdoa di Taman Raudhah.

Namun untuk musim haji tahun ini, CJH tidak semudah untuk masuk raudhah, karena yang boleh masuk raudhah yang memiliki dan mengisi aplikasi online bernama Eatmarna. Masing-masing CJH harus menginstal aplikasi tersebut di masing-masing HP. Kemudian mengisi biodata dan nomor visa dan paspor. Setelah dilakukan pengisian biodata lengkap dan nomor visa dan paspor, di aplikasi akan muncul hari dan kapan bisa berkunjung ke raudhah. Tinggal klik atau pilih jam berkunjung.

Setelah punya aplikasi, CJH bisa berkunjung dengan menunjukkan sceenshoot aplikasi kepada petugas. Yang harus diperhatikan para CJH harus menyimpan atau mencatat nomor visa dan passport sebelum paspor diminta muasasah di Madinah.

Meski harus "ribet" menginstal dan mengisi aplikasi, semua CJH dibantu para pembimbing atau CJH lainnya diharapkan bisa berkunjung dan berdoa di raudhah dan semua doanya diijabah Allah SWT. Amien YRA. (*)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top