Hukum

Borgol

Penanganan Hukum Kasus Kripto Masih Lemah

Penanganan Hukum Kasus Kripto Masih Lemah

JAKARTA, SPOST.id - Tingkat penanganan hukum terhadap kasus kripto di Indonesia dinilai masih tergolong lemah. Negara masih lemah kalau terjadi penyimpangan pemain kripto.

"Penanganan kripto belum terlalu kuat," kata praktisi hukum Deolipa Yumara, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Menurut Deolipa, kripto merupakan aset komoditi yang telah disetujui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Aset kripto sudah ada sejak 2011, kemudian masuk ke Indonesia yang diatur melalui Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang ketentuan teknis aset kripto.

"Walaupun legal bagi kami praktisi hukum, itu sama seperti main judi, satu kali menang, tiga kalah atau dua menang, dua kali kalah," ujar Deolipa.

Selebritas Angel Lelga yang hadir pada diskusi itu juga membagikan pengalaman pahit karena menjadi korban dugaan penipuan investasi kripto yang menggunakan namanya sebagai "brand ambassador".

Angel merasa ditipu hingga rugi ratusan juta rupiah menjadi brand ambassador aset kripto dengan nama Angel Token.

"Pas kerja sama melakukan kewajiban photshoot bikin konten, tapi laporan bulanannya saya minta enggak ada," tutur Angel Lelga.

Angel mengaku saat itu ia mentransfer uang ke rekening milik seseorang yang mengaku sebagai istri perwira polisi.

Mantan istri Vicky Prasetyo itu pun kemudian menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan melaporkan terlapor KM dan CKH terkait dugaan penipuan berdasarkan Nomor Laporan Polisi: LP/B/1199/2022/SPKT/ Polres Metro Jaksel/ Polda Metro Jaya tertanggal 24 Mei 2022.

"Saya minta usut secara terbuka dan sedalam-dalamnya," tutur Angel. (Jo)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top