Opini

Dr. H.M. Amir Uskara

Islamofobia di India, Mengingkari Resolusi PBB

Islamofobia di India, Mengingkari Resolusi PBB

Oleh Amir Uskara

INDIA "melecehkan" PBB. Nupur Sharma - juru bicara Bharatiya Janata Party (BJP), partai berkuasa di India -- dalam sebuah debat di TV India, 26 Mei 2022, melakukan ujaran kebencian terhadap Islam. Ujar Sharma yang benci Islam: "Nabi Muhammad mengawini seorang gadis, Aisyah, berusia 6 tahun. Nabi Muhammad melakukan hubungan suami-istri dengan Aisyah ketika usianya baru 9 tahun."

Nupur Sharma juga menyatakan bahwa Al-Quran, kitab suci umat Islam, menyuburkan pandangan sesat, bahwa bumi itu datar (flat earth). "Al-Quran menjadi pandangan bodoh kaum Bumi Datar yang antisains di seluruh dunia" kata Sharma sambil mengolok-olok umat Islam.

Pernyataan Sharma di atas jelas merupakan tindakan Islamofobia, dengan menyebarkan kebencian dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad. Tuduhan bahwa Nabi Muhammad menggauli istrinya Aisyah saat usia 9 tahun adalah pernyataan insinuatif benuansa kebencian. Ini tak sesuai fakta. Nabi Muhammad "menggauli" Siti Aisyah setelah sang istri berusia aqil baligh. Yaitu ketika seorang perempuan sudah menunjukkan "kedewasaannya" secara biologis (sudah haid, menstruasi).

Ada pun "pernikahan dini" tersebut adalah dalam rangka mempersatukan dua buah "keluarga" bersahabat dekat, Abu Bakar (ayah Aisyah) dengan Muhammad Rasulullah. Abu Bakar dikenal sebagai salah seorang pemimpin Quraisy yang pertama masuk Islam dan berjuang membela Rasul total sepenuh jiwa dan raga. Dalam rangka mempererat "persahabatan dan persaudaraan" tersebut, Abu Bakar meminta Rasul menikahi putrinya secara adat. Fenomena semacam itu tak hanya terjadi di Arab masa lalu. Sampai sekarang pun, nikah adat semacam itu masih ada di dunia. Termasuk di India sendiri.

Nupur Sharma juga menyatakan (dengan melecehkan Islam), bahwa menurut Al-Quran bumi itu datar (flat earth). Al-Quran inilah yang menjadi pedoman kaum Bumi Datar yang antisains, kata Sharma sambil mengolok-olok umat Islam. Pernyataan Sharma sekali lagi menunjukkan kebodohannya. Atau dia sengaja melakukan ujaran kebencian. Sharma bersikap islamofobis. Politisi BJP itu tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu bahwa Al-Quran telah menyatakan bumi itu bulat jauh sebelum Galileo Galilei lahir. Galileo lahir 7 abad setelah Nabi Muhammad wafat. Dunia tahu, Galileo membuktikan bumi bulat itu secara ilmiah. Inspirasinya dari ayat Quran. Dan juga dari kitab-kitab yang ditulis fisikawan Islam seperti Al Haitam dan Al-Thusi.

Ujaran kebencian yang dilontarkan Sharma, tidak hanya memicu demo umat Islam India dan negara Islam lain. Tapi juga mengguncang pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sendiri. Politisi India yang juga Ketua Menteri di negara bagian Maharashtra, Uddhav Thackeray mengatakan kasus penghinaan Nabi Muhammad tersebut berakibat panjang. Dia mengatakan, lantaran kasus itu, PM Narendra Modi dihina dan negara harus menghadapi rasa malu. Padahal apa yang dilakukan Sharma adalah pernyataan pribadi. Bukan atas nama partai, apalagi negara.

"Apa yang dikatakan jubir BJP itu bodoh. Dia menghina Nabi Muhammad yang disucikan umat Islam. Apa untungnya buat Sharma dan India," kritik Thackeray pada rapat umum Swabhiman Shiv Sena di Aurangabad, negara bagian Maharashtra, India, Kamis (9/6/2022). Akibat ujaran Islamofobia itu terjadi demonstrasi massa kolosal di mana-mana di hampir seluruh India. Di Delhi, Uttar Pradesh, Jharkhand, Karnataka, Benggala Barat, Telangana, Madhya Pradesh, Gujarat, Bihar, dan Hyderabad. Dua orang tewas dalam demonstrasi itu.

Human Rights Watch menuduh partai BJP yang dipimpin Narendra Modi memberi peluang ujaran kebencian terhadap Muslim. India harusnya berpikir: 14 persen atau 196 juta dari 1,4 miliar penduduk India adalah Muslim. Ini artinya, India adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. Menlu Amerika Serikat Antony Blinken menyatakan India adalah negara demokrasi terbesar di dunia dan rumah bagi keragaman agama dan budaya yang besar. Seharusnya India berpikir jauh ke sana. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyesalkan pernyataan Islamofobia dari politisi India berpengaruh itu.

Seperti diketahui, PBB telah menerima resolusi penetapan Hari Anti-Islamofobia, 15 Maret, sejak tahun 2022 ini. Majelis Umum PBB mengadopsi konsensus resolusi tersebut atas inisiatif Pakistan yang mewakili Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). OKI terdiri atas 72 negara.

Resolusi ini mengirim pesan yang jelas bahwa dunia menentang segala bentuk rasisme, diskriminasi rasial, xenofobia, stereotip negatif, dan stigmatisasi. Termasuk di dalamnya Islamofobia. Hari Anti-Islamofobia secara tersirat dan tersurat menyampaikan seruan kepada umat manusia agar menghormati martabat sesama insan, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk persatuan dalam keragaman.

We are the world - kata Michael Jackson dalam lagu fenomenalnya. Kita satu dunia, hidup di satu planet Bumi. Karena itu kita harus menghormati sesama manusia. Apa pun agamanya. Apa pun identitasnya. Ini peringatan keras untuk India yang mengaku negara demokrasi modern. (*)

DR. H.M. Amir Uskara adalah Ketua Fraksi PPP DPR RI


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top