Kriminal

Ilustrasi perkosaan

Waduh, 4 Ustaz dan Kakak Kelas Cabuli Belasan Santriwati Remaja di Ponpes Beji Depok

Waduh, 4 Ustaz dan Kakak Kelas Cabuli Belasan Santriwati Remaja di Ponpes Beji Depok

JAKARTA, SPOST.id - Ulah bejat lima ustaz dan seorang kakak kelas tega mencabuli belasan santriwati remaja di pondok pesantren (ponpes) di kawasan Beji Timur, Kota Depok.

Para korban sudah sempat melaporkan kejadian ini ke pihak pondok pesantren, namun para santriwati itu justru mendapat jawaban bahwa seolah-olah hal itu biasa dan sudah sering terjadi.

Saat ini baru lima orang santriwati yang berani speak up atau bicara ke orangtuanya. Para korban langsung membuat laporan ke Polda Metro Jaya didampingi keluarga.

Kuasa hukum para korban, Megawati, mengatakan, setelah membuat laporan, tiga orang santriwati berinisial A, T dan R langsung dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Dua orang lainnya belum dilakukan pemeriksaan karena tempat tinggalnya ada di Bandung dan dalam kondisi sakit serta trauma.

Megawati mengatakan, setelah ia mendengar pengakuan dari para korban, sangat jelas ditemukan unsur pidana dari perbuatan bejat para pelaku.

Karenanya kemudian ia mengajak korban untuk membuat laporan ke Polda Metro dan langsung dilakukan visum di rumah sakit bersama penyidik.

"Tapi sampai hari ini hasil visumnya belum keluar. Jadi kita juga menunggu hasil visum. Menurut kami karena anak itu sudah cidera dari dalamnya (vagina) udah ada luka," tegasnya Rabu (29/6/2022).

Sebelum mengambil langkah hukum, kata Megawati, para korban sudah sempat melaporkan kejadian ini ke pihak pondok pesantren.

Namun para santriwati itu justru mendapat jawaban bahwa seolah-olah hal itu biasa dan sudah sering terjadi.

Para korban katanya sempat tidak mau menceritakan kepada orangtuanya karena takut menyusahkan.

Sehingga, korban sempat memendam kasus pencabulan tersebut sejak beberapa bulan terakhir.

Namun karena pencabulan terus berlanjut, maka puncaknya pada Minggu lalu beberapa santriwati menceritakan kasus ini.

"Nah jadi kita baru tahu kasusnya setelah anak itu pulang dari pondok di jemput orangtuanya. Anak itu tidak berani langsung lapor ke orangtuanya, tapi ke tantenya dahulu terus ke saudara sepermainan maksudnya seumur dengan mereka," jelasnya.

Kasus ini katanya masih diselidiki aparat Polda Metro Jaya guna menangkap predator anak di lingkungan ponpes.

Oleh karena itu, kata Megawati belum ada pihak pondok pesantren yang dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

"Belum, masih proses penyelidikan korban dulu. Ini baru pemanggilan pertama," kata Mega. (Jo)



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top