Ekonomi

Ilustrasi uji coba aplikasi Mypertamina. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Sejumlah SPBU di Yogyakarta Sepi Karena Pembatasan Pertalite

Sejumlah SPBU di Yogyakarta Sepi Karena Pembatasan Pertalite

YOGYAKARTA, spost.id- Aktivitas beberapa SPBU di Kota Yogyakarta terpantau lengang setelah penerapan kebijakan baru terkait aturan beli pertalite pada Sabtu (2/7/2022).

Yogyakarta menjadi salah satu kota uji coba kebijakan tersebut.

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) membuka pendaftaran bagi konsumen pertalite dan solar subsidi melalui website MyPertamina per 1 Juli 2022.

Kebijakan tersebut dimaksudkan supaya subsidi energi yaitu BBM jenis pertalite dan solar terdistribusi tepat sasaran.

Nampak tidak ada penumpukan kendaraan antrean mengular. Di SPBU Timoho bahkan jarang terlihat ada roda empat yang mengisi BBM bersubsidi.

Mayoritas justru pengguna kendaraan roda dua yang terlihat sedang mengisi kendaraannya.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Lempuyangan. Walaupun terdapat sejumlah kendaraan roda empat yang sedang mengisi BBM tapi antrean tampak berjalan normal.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyampaikan bahwa pendaftaran pengguna BBM bersubsidi di MyPertamina tidak akan mempengaruhi penumpukan kendaraan di SPBU.

Karena pendaftaran bisa dilakukan dimana saja.

"Pendataan MyPertamina memang tidak akan mempengaruhi traffic antrean kendaraan di SPBU, karena masyarakat bisa mendaftar dari mana saja," ujar Brasto pada Sabtu (2/7/2022).

Dimulai 1 Juli 2022 hingga beberapa waktu ke depan pihaknya masih berfokus untuk pendaftaran konsumen BBM subsidi roda empat ke atas saja. Sedangkan untuk penerapan masih belum dilakukan secara masif di lapangan.

"Jadi yang perlu kami tekankan saat ini adalah masa pendaftaran atau pendataan konsumen pertalite maupun solar subsidi di website MyPertamina. Transaksi di SPBU masih seperti biasa," terangnya.

Brasto mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan transaksi BBM bersubsidi.

Sebab saat kebijakan MyPertamina ini diberlakukan masyarakat tetap dapat menggunakan sejumlah opsi transaksi pembelian.

Sehingga tidak diharuskan melakukan transaksi menggunakan aplikasi MyPertamina. Melainkan bisa tetap menggunakan tunai, kartu debit maupun debit.

"Sehingga yang menjadi catatan tidak harus mendownload aplikasi MyPertamina," tambahnya.

Salah seorang konsumen BBM bersubsidi, Wijaya (47) mengaku belum mendaftarkan kendaraannya melalui website MyPertamina.

Sejauh ini ia masih melakukan pembelian seperti biasa dengan membayar tunai.

"Belum mendaftar. Masih belum tahu caranya, nanti mau tanya-tanya dulu. Ya ini juga masih seperti biasa bayarnya juga pakai tunai," kata Wijaya. (ara)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top