Hiburan

Jessica Iskandar Mengalami Kerugian Rp9,8 M Gegara Penipuan. (Foto: Istimewa)

Buset! Ini Kronologi Jessica Iskandar Tertipu hingga Rp9,8 M

Buset! Ini Kronologi Jessica Iskandar Tertipu hingga Rp9,8 M

JAKARTA, spost.id- Jessica Iskandar mengalami kerugian hingga mencapai Rp9,8 Miliar dikarenakan menjadi salah satu korban penipuan yang berkedok bisnis sewa mobil. Kejadian itu menyebabkan Jessica kehilangan 11 mobil mewah pada April 2022.

Bersama dengan Fikri Gani sebagai kuasa hukumnya, istri Vincent Verhaag itu mengaku mengalami kerugian capai Rp9,8 miliar.

"Total ada 11 mobil. Uangnya 30.000 USD ditotal Rp9,8 M. Ada perjanjian masing-masing," jelas Jessica Iskandar.

"Alphard 5 (unit), Porsche 2 (unit), Mercedes Class S 1 (unit), Hummer 1 (unit), Land Cruiser 1 (unit), Mini Cooper 1 (unit)," timpal Vincent Verhaag.

Usai sadar jadi korban penipuan, Jedar melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022.

Dalam jumpa pers di kawasan Latuharhari, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022), Jedar didampingi Vincent Verhaag serta kuasa hukum Elza Syarief bercerita tentang kronologi dugaan penipuan. Diceritakan Jedar dan Steven bekerja sama lewat penitipan satu mobil pribadi untuk disewakan pada 2021.

"Saya menitipkan mobil pribadi saya yang Alphard untuk disewakan melalui perusahaannya selama satu tahun, karena mobil itu berada di Jakarta dan tidak dipakai," kata Jedar.

Semula kerja sama Jedar dan Steven berjalan mulus. Jedar pun mendapat pembagian keuntungan sebesar Rp66 juta per tiga bulan sewa. Dari situ Jedar mengikuti saran Steven untuk menyerahkan STNK dan BPKB kendaraan tersebut dengan tidak menaruh kecurigaan sama sekali.

"Soalnya mobil itu akan disewakan ke salah satu aparat negara, jadi status kepemilikannya harus jelas. Mobil itu akan diganti plat nomornya sementara," jelas Jedar.

Kemudian kerja sama berlanjut saat Jedar menyewakan mobil Mini Cooper miliknya dengan pembagian keuntungan Rp35 juta per bulan. Steven pun kembali memakai cara yang sama dengan meminta STNK dan BPKB kendaraan.

Dengan peluang bisnis yang cukup menguntungkan, Jedar sepakat membeli beberapa mobil dari Steven seperti 4 Toyota Alphard, 2 Porsche dan 1 Hummer. Selain itu Steven mengajak Jedar patungan untuk membeli satu Mercedes-Ben Z Class dan 1 unit Land Cruiser dengan dalih sudah ada calon penyewa.

Namun setelah berbagai transaksi dilakukan, Jedar menemukan kejanggalan. Steven tak lagi mengirim uang pembagian keuntungan seperti saat menitipkan 1 Toyota Alphard dan Mini Cooper. Bahkan Steven yang sempat menjanjikan uang Rp9,85 miliar ternyata hanya mengirim bukti transfer palsu. Jedar pun juga tak mengetahui nasib 11 mobil mewah yang dititipkan pada Steven.

Sadar jadi korban penipuan, Jedar melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022. Steven dikenakan Pasal 378 dan atau 372 KUHP atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Kekinian, laporan Jedar sudah diproses dengan beberapa saksi telah dimintai keterangan. Sementara itu Steven sendiri kabarnya masih berada di Singapura.

"Saat ini proses pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan. Saya yakin, Indonesia negara hukum. Maka saya berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku agar bisa segera bertanggung jawab dan tidak ada korban lain di kemudian hari," ucap Jedar. (nda)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top