Catatan dari Senayan

Dr. Imam Anshori Saleh., S.H., M.Hum

Bersama Cegah Maraknya Kembali Covid-19 Penuh Kesadaran

Bersama Cegah Maraknya Kembali Covid-19 Penuh Kesadaran

JAKARTA, spost.id- Mulai Minggu, 17/7/2022 ada aturan baru: masuk mall dan bepergian antarkota disyaratkan harus sudah vaksinasi Covid-19 jenis booster. Ada yang langsung menuding pemerintah kok pilnplan, peraturan berubah-ubah, suka membebani rakyat, dan seterusnya. "Pusing," kata mereka.

Kita yakin pemerintah lebih pusing mengantisipasi perkembangan Covid-19. Datang menyerang ke seluruh dunia, penularannya sangat cepat, menghentikan lajunya tak mudah. Perlu biaya dan pengorbanan yang sangat besar Dampaknya pun luar biasa, di sektor ekonomi, sosial dan politik. Membuat kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan menyubsidi jutaan warga, menyiapkan tempat karantina, rumah sakit, tenaga kesehatan, obat-obatan, dan vaksinasi. Ada kebijakan WFH, pengharusan memakai masker, jaga jarak, dan berbagai pembatasan lainnya.

Tapi seiring meredanya amuk Covid-19, sudah agak lama PPKM membolehkan kita masuk kantor, sekolah mulai tatap muka, tidak ada pembatasan lagi di tempat ibadah. Bepergian tanpa tes PCR maupun antigen. Kedatangan dari luar negeri pun tanpa karantina. Tiba-tiba sekarang berubah, semua kebijakan lama dengan berbagai pembatasan dihidupkan lagi.

Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 No 21/2022 yang mewajibkan vaksin booster sebagai syarat perjalanan mulai berlaku hari ini, Minggu (17/7/2022). Kebijakan ini berlaku saat Covid-19 harian semakin 'ngegas' hingga tembus 4 ribu kasus, Sabtu (16/7/2022).

Bukan berarti ini kebijakan yang plinplan. Melainkan kebijakan realistis sesuai dengan kondisi terkini. Tren kenaikan kasus harian Covid-19 di Indonesia terus berlanjut dan mencemaskan. Tercatat sebanyak 4.329 kasus pada Sabtu (16/7/2022), tertinggi sejak 25 Maret 2022 saat kasus harian mencapai 4.857 kasus. Trennya di sejumlah daerah, utamanya DKI Jakarta, semakin hari kian meningkat. Termasuk jumlah warga yang meninggal. Pemerintah dan kita semua waswas.

Per 15/7/2022 kasus Covid-19 bertambah 3.331 kasus dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.127.084, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo 2 Maret 2020. Catatan WHO menunjukkan banyak negara yang semula angka Covid-19 sudah sangat rendah bahkan dinyatakan nihil, tiba-tiba meningkat sangat tajam, seperti yang terjadi di Singapura, China, Amerika Serikat, Denmark, dan Jerman. Itu terjadi sejak Maret tahun ini. Karena itu WHO menyerukan vaksinasi booster perlu dimasifkan.

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah penduduk kita yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 53.056.762 jiwa hingga per 17 Juli 2022. Jumlah warga yang mendapat suntikan tiga dosis vaksin Covid-19 tersebut bertambah 309.568 orang. Laju suntikan dosis penguat vaksin Covid-19 sudah diberikan pada 25,47 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, yakni 208.265.720 orang. Warga yang mendapatkan dua dosis bertambah 51.165 menjadi 169.565.409 orang, setara 81,41 persen dari total sasaran. Penerima dosis pertama bertambah 37.530 mencapai 201.944.864 orang, setara 96,96 persen dari total sasaran.

Pemberian vaksinasi booster dinilai sebagai langkah tepat untuk mencegah kembali maraknya Covid-19 di samping upaya-preventif lewat PPKM yang kini digalakkan kembali. Kita berkewajiban menyukseskan dan mematuhi langkah yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi merebaknya kembali C-19 dengan penuh kesadaran. (*)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top