Travel

Upacara Potong Gigi Umat Hindu ( Antara News)

Mengintip Tradisi Upacara Potong Gigi Umat Hindu di Sidoarjo

Mengintip Tradisi Upacara Potong Gigi Umat Hindu di Sidoarjo

SIDOHARJO, spost.id- Salah satu upacara keagamaan dan sudah menjadi tradisi masyarakat sampai saat ini yakni tradisi potong gigi. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh umat Hindu dan orang Bali sering menyembutnya sebagai metatah, mapandes atau masangih.

Umat Hindu di daerah Sidoharjo, mengikuti prosesi upacara potong gigi massal di Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2022).

Dan diikuti oleh 122 umat Hindu yang menginjak usia remaja atau dewasa dengan makna untuk menghilangkan keenam sifat buruk dari diri manusia. Tradisi ini hanya bisa dilakukan pada saat seseorang menginjak usia dewasa atau akil baliq.

Dalam tradisi Hindu Bali, Tradisi potong gigi ini menghilangkan keburukan pada diri dalam wujud bhuta, kala, pisaca, raksasa, yang artinya jiwa dan raga yang diliputi oleh watak Sad Ripu agar dapat menemukan hakikat manusia yang sejati.

Sad Ripu sendiri merupakan enam jenis musuh yang timbul dari perbuatan yang tak baik dalam diri manusia. Keenam musuh tersebut, yaitu kama, loba, krodha, mada, moha, dan matsarya.

Meski disebut dengan potong gigi, bukan berarti gigi dipotong hingga habis, tapi dikikir agar rapi. Gigi yang telah dipotong lantas diletakkan di atas sebuah kain berwarna cokelat kekuningan yang didoakan bersama dengan sepiring sesaji. Dalam tradisi ini, seseorang akan berada pada masa cuntaka atau tak suci untuk disucikan.

Pada acara tradisi ini, peserta yang melakukan ritual ini akan menggunakan pakaian adat khas Bali Payang Agung bercorak Pulau Dewata. Mereka tampil dengan rambut disanggul dan dihiasi mahkota bewarna keemasan.

Namun perempuan Perempuan hamil tidak diizinkan mengikuti ritual ini. Sebab, menurut kepercayaan, perempuan yang tengah mengandung membawa janin yang suci. Sementara saat metatah, seseorang berada dalam fase cuntaka.

Dan tradisi metatah atau potong gigi ini umunya membutuhkan dana yang besar karena ada lima sarana utama yang di buruhkan dalam upacara potong gigi, yakni sesajen, balai0balai lengkap dengan dipan atau tempat tidur, kelapa kuning, bokor atau perlengkapan kikir gigi, dan beberapa potong kain untuk menutupi badan peserta potong gigi.

Lantaran kebutuhan ritual metatah cukup banyak, biasanya masyarakat atau umat Hindu menyiasati dengan menggabungkannya dengan prosesi lain seperti upacara Ngaben dan pernikahan. (Ulf)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top