Travel

Es Krim Oen Semarang. (tokooen.com)

Cespleng! Menjajal Es Krim Legendaris ala Belanda di Toko Oen Semarang

Cespleng! Menjajal Es Krim Legendaris ala Belanda di Toko Oen Semarang

Semarang, spost.id- Toko Oen Semarang memiliki konsep toko bakery, es krim dan kuliner fusion Tionghoa, Belanda dan Lokal ini sudah berdiri sejak tahun 1936. Toko legendaris di Semarang ini lokasinya ada di Jalan Pemuda Nomor 52 tepatnya di kawasan Kota Lama Semarang.

Toko legendaris ini awalnya didirikan di Yogyakarta pada tahun 1922 oleh pasangan suami istri, Bapak dan Ibu Oen, dari ide untuk menghadirkan aneka hidangan roti dan es krim khas Belanda kepada warga Belanda yang saat itu masih banyak yang tinggal di Indonesia.

Kemudian membuka cabang di Jakarta dan Malang, dan akhirnya di Semarang pada tahun 1936. Bisnis yang pada awalnya hanya menawarkan roti dan es krim khas Belanda saja. Namun setelah melakukan berbagai inovasi hingga akhirnya kini juga menjadi restoran dengan beragam tambahan varian menu yang bergaya Italia, Indonesia dan Chinese.

Ternyata Toko Oen di Semarang ini dimiliki dan dikelola oleh keturunan keluarga "Oen" dan telah mencapai generasi keempat yang meneruskan bisnis tersebut.

Jika kamu berkunjung ke Toko Oen ini pasti akan merasakan vibes atau suasana tempo doeloe yang masih melekat dan bertahan hingga saat ini. Bahkan ciri kelawasannya ini yang menjadi daya tarik utama yang membuatnya selalu disinggahi pelanggan.

Tak hanya disinggahi oleh warga lokal saja tapi wisatawan lokal maupun domestik pun akan menyinggahi restoran dan toko es krim lawas nan legendaris ini.

Apalagi desain bangunan Toko Oen ini bergaya Belanda berupa bangunan menjulang tinggi, atap melengkung, dan warna dinding putihnya. Nuansa putih kolonialnya tersebut kontras dengan tulisan "Toko Oen" yang berwarna merah dan tercetak kokoh di atas bangunannya.

Dihiasi dengan foto-foto, lukisan, serta figura yang menampilkan kehidupan di masa lalu. Furnitur kursi rotan yang mengitari meja kayu cokelatnya juga menambah kesan gaya old school di restoran ini. Terlebih hiasan kayu ukir, lemari kayu jaman dulu, dan beberapa barang antiknya benar-benar mengembalikan memori akan suasana Kolonial.

Toko Oen ini masih memepertahankan menu utamanya yakni kue kering, roti, dan es krim. Namun saat ini sudah mempunyai menu lainnya yang memperpadukan kuliner antar budaya tersebut bisa dilihat dari beberapa menu pembuka atau appetizer berikut ini.

Menu pembuka yang masih dipertahankan ada kroket, risoles, lumpia, serta bitterballen dan poffertjes bergaya Belanda. Aneka soup dan salad mereka juga lezat seperti creamy chicken soup, sup buntut sapi, capcay khas Chinese, dan salad daging (huzarensia).

Tak hanya itu, ada makanan utama lainnya yakni menu bistik Hamburg, bistik lidah, Wiener Schnitzel, aneka BBQ, steak, dan pasta buat pencinta sajian Western. Sedangkan untuk menu Lokal dan Chinese ada nasi goreng spesial, sate, tahu campur, hingga kekian goreng, kit lian hai (udang goreng saus tomat), bakmi, dan kwetiaw.

Selain itu wajib cobain es krim yang resepnya tetap bertahan dengan mesin es dari Italia tahun 1920-an. Varian rasa es krimnya ada tutti frutti, vruchten sorbet, Nutella nougatine, Nesselrode room, tiramisu, serta OEN"s symphony dan Napolitaine. Gaya penyajiannya pun terbilang lawas dengan memakai gelas atau mangkuk klasik, ditambah topping seperti buah kering dan cookies lidah kucing.

Untuk harga berbagai menu di Toko Oen ini pun sangatberagam. Harga untuk menu Appetizer di toko legendaris ini sangat terjangkau hanya dengan uang sekitar Rp14.000-Rp30.000 saja sudah bisa menikmati berbagai menu appetizer di Toko Oen. (Ulf)



0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top