Internasional

Konsul Jenderal RI Osaka Diana Emilia. (KJRI Osaka)

KJRI Osaka Dorong Transformasi Digital Upaya Pemulihan Pascapandemi Global

KJRI Osaka Dorong Transformasi Digital Upaya Pemulihan Pascapandemi Global

TOKYO, spost.id- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, Diana Emilia, mendorong transformasi digital sebagai salah satu kunci pemulihan pascapandemi COVID-19 secara global.

"Transformasi digital merupakan salah satu kunci dalam pemulihan pascapandemi COVID-19, bukan hanya di Indonesia melainkan di dunia," kata Konsul Jenderal RI Osaka Diana Emilia Sari Sutikno dalam diskusi di Tokyo, Kamis (4/8/2022).

Diana menilai transformasi digital memerlukan perubahan infrastruktur yang sudah dimulai dan harus dikembangkan.

"Yang saya pahami, saat ini kita memiliki satu roadmap untuk digital platform 2024. Kita harus mulai pelajari sebetulnya Indonesia sudah mulai bergerak melakukan upaya-upaya transformasi digital, namun tentunya perlu didukung prasarana infrastruktur," katanya.

Namun, menurut dia, transformasi digital juga tidak hanya mensyaratkan perubahan infrastruktur tetapi juga perubahan budaya.

"Transformasi digital mensyaratkan perubahan budaya tidak hanya infrastruktur," katanya.

Dia menuturkan selama pandemi COVID-19, digitalisasi dalam hal perekonomian berkembang pesat, untuk itu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai ujung tombak perekonomian Indonesia harus mengoptimalkan dan memanfaatkan upaya-upaya transformasi digital guna dapat bertahan dalam persaingan global.

Transformasi digital adalah salah satu di antara tiga prioritas Presidensi G20 yang tahun ini dipegang oleh Indonesia.

Diana menilai memegang Presidensi G20 merupakan amanah besar dan kepercayaan yang diberikan dunia internasional kepada Indonesia.

Terutama, lanjut dia, saat ini dunia menghadapi pandemi COVID-19 yang belum berakhir dan munculnya varian-varian baru, peperangan yang memberikan dampak cukup signifikan terhadap rantai pasok serta mengancam perdamaian dunia.

Dia menambahkan G20 sebagai forum kerja sama multilateral berupaya mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.

G20 merupakan kelompok yang terdiri dari 19 negara anggota dan satu Uni Eropa yang merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi dunia, 75 persen perdagangan global dan 80 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.

"Saya ingin cerita sedikit saat saya bertemu dengan konsul jenderal negara-negara Asia di Kansai, mereka memuji keketuaan Indonesia di G20 dan tentunya dalam konteks Indonesia di kawasan. Ini merupakan kebanggaan karena dalam konteks G20, Indonesia telah diakui sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia," katanya.

Karena itu, lanjut dia, Pemerintah Indonesia mengajak seluruh negara-negara di dunia untuk saling bahu-membahu, mendukung pulih lebih kuat dan berkelanjutan. (ant/jri)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top