Kesehatan

Ilustrasi vaksin cacar monyet. (Foto: Getty Images/Hollie Adams)

Alert! AS Umumkan Darurat Cacar Monyet Usai Laporkan 6.600 Kasus

Alert! AS Umumkan Darurat Cacar Monyet Usai Laporkan 6.600 Kasus

JAKARTA, spost.id- Amerika Serikat mengumumkan bahwa cacar monyet sudah ditetapkan sebagai darurat kesehatan masyarakat usai tercatat total kasus infeksi monkeypox sampai 6.600 kasus, Kamis, (4/8/2022).

"Kami siap mengambil tanggapan kami ke tingkat berikutnya dalam mengatasi virus ini, dan kami mendesak setiap orang AS untuk menganggap cacar monyet dengan serius dan bertanggung jawab membantu kami mengatasi virus," ujar sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Xavier Becerra, dikutip AFP.

Para ahli yakin jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi karena gejala bisa saja tak terdeteksi. Ada sekitar 99 persen kasus cacar monyet di AS menginfeksi laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.

Mereka pun menjadi target kelompok prioritas yang divaksinasi.

AS sejauh ini telah mengirimkan sekitar 600 ribu vaksin JYNNEOS untuk mencegah cacar monyet. Namun, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibanding jumlah orang yang dinilai berisiko tinggi dan paling membutuhkan vaksin.

Sementara itu, komisaris Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS, Robert Califf, mengatakan timnya tengah mempertimbangkan langkah yang memungkinkan dokter mengelola lima dosis vaksin berdasarkan satu dosis botol yang ada.

Vaksin saat ini diberikan dengan cara disuntik di bagian subkutan atau lapisan kulit yang berada di bawah dermis. Sementara pendekatan terbaru memungkinkan inokulasi dilakukan secara intradermal atau menyuntik ke dalam dermis.

"Pada dasarnya menusukkan jarum ke dalam kulit dan membuat kantong kecil yang bisa membuat vaksin masuk. Jadi ini bukan hal luar biasa," kata Califf.

Deklarasi AS muncul usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah itu sebagai darurat kesehatan global pada Juni lalu.

Deklarasi di AS awalnya hanya berlaku selama 90 hari, tetapi kini diperpanjang. (dav)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top