Hiburan

Justin Bieber

Pebasket AS Brittney Griner Dihukum Penjara 9 Tahun di Rusia, Justin Bieber Akui Sedih

Pebasket AS Brittney Griner Dihukum Penjara 9 Tahun di Rusia, Justin Bieber Akui Sedih

JAKARTA, spost.id- Kasus seorang pebasket asal Amerika Serikat (AS), Brittney Griner yang dihukum penjara selama 9 tahun lamanya di Rusia memicu perhatian penyanyi terkenal, Justin Bieber.

Musisi itu mengklaim bahwa dirinya ingin membawa pulang pebasket tersebut kembali ke negara asalnya di Amerika Serikat.

Hal ini direspons Justin bieber karena mendengar hukuman 9 tahun penjara lantaran Brittney Griner terdakwa membawa ganjar ke Rusia. Suami Hailey itu mengaku 'sakit' ketika mendengar kabar tersebut.

"Saya tidak ingin duduk dan tidak melakukan apa-apa. Jika ada yang tahu bagaimana caranya saya bisa membantu, tolong beri tahu saya," katanya, dilansir dari berbagai sumber, Jumat (5/7/2022).

Seperti yang diketahui, Justin Bieber merupakan salah satu dari banyak tokoh terkenal yang turut marah atas dakwaan tersebut. Di antaranya ada Kyrie Irving yang meminta kepada Presiden Joe Biden dan Wapres Kamala Harris untuk menolong pebasket tersebut.

Tak hanya Justin Bieber dan Kyrie Irving, terdapat banyak tokoh lainnya yang turut meminta pebasket Brittney Griner pulang ke AS.

Bawa Brittney Griner pulang. Gila, dia bisa dihukum di Rusia," cuit mantan bintang NFL, Robert Griffin III.

Mengenai hal ini asosiasi NBA dan WNBA merilis pernyataan selaras dengan menyatakan hukuman yang ditimpa kepada Brittney Griner tak dapat dibenarkan dan disayangkan terjadi kepada warga negara Amerika Serikat.

"Organisasi tidak akan berhenti memastikan dia pulang dengan aman ke AS," tegas mereka.

Saat ini, pemerintah AS telah membuat Rusia mau menerima tawaran yang bagus untuk membawa sang atlet kembali ke negeri Paman Sam.

Bintang bola basket putri Amerika Serikat Brittney Griner terbukti bersalah dengan sengaja membawa kartrid vape yang mengandung ganja ke Rusia.

Griner dua kali meraih medali emas bola basket putri Olimpiade dan juara WNBA itu ditahan pada Februari lalu saat tiba di Rusia untuk bermain membela tim negara tersebut selama masa jeda WNBA. Atlet berusia 31 tahun mengakui mempunyai kartrid vape yang mengandung minyak ganja namun dia menyatakan bahwa hal tersebut murni kekeliruan karena tidak sengaja mengemasnya.

Sebelum diputuskan bersalah, Griner sambil menangis memohon kepada hakim Rusia untuk tidak 'mengakhiri hidupnya' dengan hukuman penjara yang kejam. Pengadilan juga memberikan sanksi denda 1 juta rubel atau 16.990 dolar AS atau sekitar Rp250 juta. (jri)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top