Ekonomi

Ilustrasi inflasi/Freepik

Inflasi Inggris Tembus 10,1 Persen, Rekor Tertinggi 40 Tahun

Inflasi Inggris Tembus 10,1 Persen, Rekor Tertinggi 40 Tahun

LONDON, spost.id- Negara Inggris tengah mengalami inflasi tertingginya selama 40 tahun terakhir, yakni sebesar 10,1% pada bulan Juli. Menurut data Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris, angka tersebut dianggap lebih tinggi dibanding bulan Juni yang hanya 9,4%.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (17/8/2022), Bank of England meyakini angka inflasi itu dapat menyentuh 13%. Di mana angka ini lebih tinggi dari prediksi pakar ekonom sebelumnya.

Lonjakan harga pangan berkontribusi besar atas tingginya inflasi Inggris. Belum lagi harga komoditas energi seperti bensin dan solar juga ikut mempengaruhi.

Dengan adanya lonjakan tersebut, mempengaruhi biaya sehari-hari yang terus meningkat lebih cepat dibanding dengan kenaikan upah. Menurut ONS, Komoditas pangan dan minuman non-alkohol menjadi penyumbang terbesar kenaikan harga pada Juli.

Harga roti, sereal, susu, keju, dan telur naik paling cepat. Sementara harga sayuran, daging, dan coklat juga ikut naik.

Kenaikan harga juga dialami barang-barang kebutuhan pokok lain, seperti tisu toilet, pakan hewan peliharaan, hingga sikat gigi.

Di bidang transportasi, terjadi kenaikan harga tiket pesawat dan tiket kereta api Internasional. Harga paket liburan juga naik, karena permintaan meningkat.

Shaf Islam, pemilik restoran Chutney Ivy di Leicester mengatakan, industri hospitality menghadapi kenaikan biaya yang sangat besar.

"Semuanya naik, dari garam hingga minuman ringan, beras hingga minyak," katanya kepada BBC. "Tagihan listrik saya naik dari £1.000 per bulan menjadi £3.000," tambahnya.

Rebecca Brown, mahasiswa PhD di University of Nottingham juga mulai khawatir dengan kondisi ini. Ia mengaku biaya gas dan listriknya telah melonjak dari £ 80 menjadi £ 140.


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top