Nasional

Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir J (Facebook: Kamaruddin Simanjuntak)

Kamaruddin Simanjuntak Ngaku Punya Data dari Intelijen terkait Kepemilikan Jet Pribadi Brigjen Hendra

Kamaruddin Simanjuntak Ngaku Punya Data dari Intelijen terkait Kepemilikan Jet Pribadi Brigjen Hendra

JAKARTA, spost.id- Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku punya data soal penggunaan jet pribadi milik Brigadir Jenderal (Brigjen), Hendra Kurniawan.

Ia menyebut data tersebut diperoleh dari laporan intelijen.

"Ada itu, kalau laporan intelijen boleh kita gunakan, tapi tidak boleh ungkap namanya," kata Kamaruddin di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (29/9/2022).

Kamarudin mengungkapkan bahwa data itu akan diverifikasi terlebih dahulu. Dia menyebut segelintir orang telah membenarkan soal penggunaan jet pribadi tersebut.

"Tapi laporan itu kita verifikasi ke beberapa pihak benar atau tidak. Berdasarkan laporan dari beberapa pihak ini karena banyak teman saya juga di Jambi dan bandara mereka membenarkan jet pribadi ini singgah di sana," ujarnya.

"Kemudian bagaimana cara pembuktiannya, penyidik harus segera menyita CCTV di bandara, di tempat awal, apakah dari Halim atau dari Soeta. Lalu ketika dia balik dari Jambi juga harus diperiksa," sambungnya.

Mengenai hal ini, Polri juga menanggapi pernyataan dari Indonesia Police Watch (IPC) yang menyebut terdapat dua orang sipil yang menyediakan private jet untuk digunakan oleh Brigjen Hendra Kurniawan ketika hendak menemui keluarga Brigadir J di Jambi.

Polri mengungkapkan bahwa hal tersebut termasuk ke dalam ranah Pembinaan dan PEngawasan Profesi (Wabprof) Divpropam Polri.

"Itu bagian daripada, dari timsus ya, khususnya dari Wabprof ya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (19/9/2022)

Diketahui, IPW meminta tim khusus Polri mengusut soal private jet yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan saat menemui keluarga Brigadir Yosua di Jambi. IPW juga meminta Polri mengusut pemilik private jet tersebut.

"IPW meminta tim khusus Polri menjelaskan keterlibatan 2 orang sipil dalam kasus Sambo Konsorsium 303. Sekaligus membongkar peranannya, menyusul terungkapnya pemakaian private jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kaitan temuan uang Rp 155 Triliun oleh PPATK dari judi online," ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam siaran pers kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Brigjen Hendra Kurniawan, eks Karopaminal Divisi Propam Polri, diperintah oleh Ferdy Sambo, yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri, untuk pergi ke Jambi. Brigjen Hendra diminta Ferdy Sambo menemui keluarga Brigadir Yosua untuk menjelaskan kematian ajudannya itu.

Brigjen Hendra kemudian berangkat ke Jambi menggunakan private jet--yang menurut pengacara Kamaruddin Simanjuntak--adalah milik mafia judi. Brigjen Hendra diketahui berangkat ke Jambi bersama Kombes Agus Nurpatria, Kombes Susanto, AKP Rifazal Samual Bripd Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu, dan Briptu Mika.

"Oleh karenanya, IPW mencium aroma amis keterlibatan dua orang sipil dalam kasus Sambo dan Konsorsium 303," pungkas Sugeng. (jri)


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top