Catatan dari Senayan

Dr. Imam Anshori Saleh., S.H., M.Hum

Kita Jaga Kondusivitas Kamtibmas Selama KTT G20

Kita Jaga Kondusivitas Kamtibmas Selama KTT G20

Oleh: Imam Anshori Saleh, Pemimpin Redaksi Kilat.com

INDONESIA, terutama Bali hari-hari menjadi perhatian dunia. Perhelatan KTT G-20 yang puncaknya pada 15-16 November 2022 membuat pemerintah RI supersibuk. Persiapan penataan dilakukan tidak hanya di Bali, tapi hampir di semua destinasi wisata di seleuruh Indonesia.

Pengamanan dilakukan maksimal. TNI-Polri memaksimalkan pasukan dan peralatannya. Maklum, KTT ini dihadiri para kepala negara terkemuka di tengah situasi dunia yang panas. Dua di antaranya Presiden Joe Biden dan Xi Jinping. Tidak boleh ada kecolongan pengamanan. Reputasi Indonesia dipertaruhkan.

Meski perhelatan berlangsung hanya beberpaa hari, persiapan yang dilakukan dan sejumlah pertemuan pemdahuluan sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Ada pertemuan tingkat menteri, temu pimpinan bank sentral dan para pakar, membahas berbagai hal menyangkut perkembangan ekonomi global dan perdamaian dunia.

Persiapan penyelenggaraan KTT ini pun diliputi suasana heboh. Pro-kontra kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelinsky yang negerinya tengah berperang hebat. Konsekuensinya gelaran KTT G20 ini menjadi begitu penting walaupun juga berbiaya tinggi, konon mencapai 1,7 triliun rupiah.

Wajar jika kemudian ada yang mengeritik. Ada yang lebih urgen untuk dibiayai setelah Indonesia dan hampir negara di dunia berantakan dihajar Covid-19. Sebagai Presidensi G-20, peran Indonesia sangat strategis. Suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menyukseskan pertemuan ini.

Mengapa Indonesia begitu serius menyelenggarakan KTT? Tentu berfasar nilai strategisnya. G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.

G20 merupakan representasi lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri atas Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Pada mulanya G20 merupakan pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, namun KTT G20 juga dihadiri oleh Kepala Negara sejak 2008 dan pada 2010 dibentuk pembahasan mengenai berbagai sektor pembangunan.

Presidensi G20 Indonesia 2022 saat ini mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger. Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Lalu, apa manfaatnya Indonesia mengikuti forum G20? Sebagai anggota forum G20, Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari informasi dan pengetahuan lebih awal tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju.

Dengan demikian, Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang tepat dan terbaik. Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini. Nama dan prestasi Indonesia juga semakin dikenal dan diakui berbagai organisasi dan forum internasional.

Ribuan delegasi dari negara-negara anggota G20 dan tamu undangan akan hadir secara berkala pada pertemuan-pertemuan di berbagai kota di Indonesia. Lantas, apa saja manfaat yang didapatkan secara ekonomi bagi Indonesia?

Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, gelaran G20 akan menciptakan kontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 triliun pada PDB Indonesia. Peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun.

Dari sisi pariwisata, Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyebut gelaran G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta-3,6 juta dan juga 600 ribu-700 ribu lapangan kerja baru ditopang kinerja bagus sektor kuliner, fashion, dan kriya.

Rangkaian kegiatan G20 di Indonesia akan melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja sekitar 33.000 orang. Presidensi G20 juga akan mendorong investasi pada UMKM dalam negeri, mengingat saat ini 80% investor global berasal dari negara-negara G20.

Kiranya tidak ada pilihan lain bagi bangsa Indonesia kecuali menyukseskan KTT G20 ini dengan menjaga kondusivitas sosial, politik, ekonomi dan keamanan negeri. Jika suasana terjadi di berbagai belahan dunia, mari kita tunjukkan Indonesia negeri yang aman dan damai.





Dapatkan update berita terbaru dan breaking news secepat kilat setiap hari hanya di KILAT.com


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top