PEMILU/PILPRES 2024

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Lovina, Kabupaten Buleleng, Kamis. (((Antaranews Bali/HO-Humas Buleleng/Bgs/2022)))

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Lovina, Kabupaten Buleleng, Kamis. (((Antaranews Bali/HO-Humas Buleleng/Bgs/2022)))

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Lovina, Kabupaten Buleleng, Kamis. (((Antaranews Bali/HO-Humas Buleleng/Bgs/2022)))

BULELENG, spost.id- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng, Bali, melibatkan kalangan perempuan untuk ikut bersama-sama mengawasi Pemilu 2024 sebagai komitmen mewujudkan kesetaraan gender.

"Hal itu diwujudkan dengan melibatkan kelompok perempuan sebagai bagian dari pengawas pemilu," kata Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana dalam "Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif" di Lovina, Kabupaten Buleleng, Kamis.

Ia mengatakan bahwa kelompok perempuan mempunyai peran penting dalam menyukseskan pesta demokrasi sehingga memberikan pengetahuan tentang pentingnya pengawasan pemilu harus dilakukan.

"Kelompok perempuan punya kekuatan dalam memengaruhi orang-orang terdekatnya sehingga jika mampu berperan serta membagikan informasi tentang pentingnya pengawasan partisipatif akan berdampak luas dan meminimalisir terjadinya pelanggaran," tuturnya.

Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Widyardana Putra menerangkan keterlibatan kelompok perempuan sebagai bentuk untuk membangun kesadaran.

Masalahnya, kata dia, perkara pemilu banyak membuat ketidakpercayaan sehingga harus dilakukan perubahan besar untuk menjaga proses dengan membangun kesadaran seluruh komponen.

"Sebuah prinsip dasar, kita tidak boleh diam, membangun kesadaran dari hati menjadi pemeran penting, pemilu ini menjadi hak politik setiap warga negara, jadi kita harus sadari itu," ujarnya.

Ia mengatakan pemilu adalah proses mencari pemimpin melalui sebuah pertarungan visi dan misi, termasuk ada potensi cara-cara yang tidak benar dilalukan sehingga cara yang salah itu harus dihentikan.

Sementara itu, salah seorang perwakilan kelompok perempuan, Ayu Dewi Martina dari Penarukan Buleleng mengungkapkan sosialisasi dengan menyasar kelompok perempuan sangat baik karena selama ini perempuan kurang banyak dilibatkan dalam kepemiluan.

Padahal, papar dia, seharusnya mereka (kalangan perempuan) mempunyai semangat sama dalam menjaga proses demokrasi. Ia mengatakan siap berkolaborasi dengan Bawasli Buleleng dalam menyosialisasikan pengawasan pemilu.

"Senang sekali bisa ikut kegiatan sosialisasi. Pemilu ini adalah milik seluruh warga masyarakat, jadi kami berkewajiban ikut serta dalam menjaga prosesnya," pungkasnya.

Editor: Cendhy Vicky

Sumber: Antara





Dapatkan update berita terbaru dan breaking news secepat kilat setiap hari hanya di KILAT.com


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top