Nasional

Ilustrasi Tsunami (WikiImages/Pixabay)

Isu Tsunami Beredar Usai Gempa Cianjur, Ini Proses dan Penjelasan Lengkapnya

Isu Tsunami Beredar Usai Gempa Cianjur, Ini Proses dan Penjelasan Lengkapnya

JAKARTA, spost.id- Gempa di Cianjur yang terjadi pada Senin 21 November 2022 pukul 13.37 WIB telah menewaskan ratusan orang dan puluhan orang masih hilang.

Mengguncang dengan kekuatan 5,6 M, gempa tersebut juga mengakibatkan masyarakat setempat mau pun luar daerah khawatir dan was-was.

Di tengah kekhawatiran yang dialami, kini banyak beredar isu soal tsunami yang akan melanda sejumlah daerah.

Lalu benarkah gempa Cianjur berpotensi tsunami?

Bagaimana proses dan penjelasan lengkapnya? Simak di bawah ini!

Proses terjadinya tsunami seperti apa jadi informasi penting yang banyak dicari tahu. Hal ini lantaran beberapa waktu lalu dunia dikejutkan dengan peristiwa tsunami di Tonga, Pasifik Selatan.

Gelombang tsunami tersebut dipicu oleh erupsi gunung api bawah laut, Hunga Tonga-Hunga Ha'apai. Ketinggian maksimum gelombang tsunami mencapai 30 sentimeter.

Apa Itu Tsunami?

Melansir dari situs ESDM, tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam, terutama yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut.

Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang 'Tsu' artinya pelabuhan dan 'Nami' artinya gelombang laut. Sehingga dapat diartikan, bahwa tsunami adalah gelombang laut yang menghantam pelabuhan.

Proses Terjadinya Tsunami: Kecepatan Gelombang Laut

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut. Misalnya, laut dengan kedalaman 7.000 meter, kecepatannya bisa mencapai 942,9 km/jam. Kecepatan ini hampir sama dengan kecepatan pesawat jet.

Namun, tinggi gelombang saat di tengah laut biasanya tidak lebih dari 60 cm. Sehingga, kapal-kapal yang sedang berlayar di atasnya jarang merasakan adanya tsunami.

Proses Terjadinya Tsunami Akibat Letusan Gunung Berapi

Proses terjadinya tsunami di Indonesia juga ada yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.

Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 membuat gelombang tsunami setinggi 12 lantai gedung terjadi di daerah Lampung dan Banten. Akibatnya, 5000 kapal hancur, pulau kecil tenggelam, dan hampir 36000 orang tewas.

Proses Terjadinya Tsunami Akibat Tanah Longsor

Proses terjadinya tsunami berikutnya bisa karena tanah longsor. Misalnya, saat longsoran es dan batuan jatuh ke Teluk Lituya di Alaska tahun 1958 hingga menyebabkan tsunami.

Tinggi gelombang saat itu mencapai 350-500 meter dan melanda lereng-lereng gunung, pepohonan, dan semak belukar. Tsunami tersebut menewaskan dua orang pemancing ikan.

Proses terjadinya tsunami sudah diketahui. Selanjutnya, kamu juga perlu tahu langkah penyelamatan diri jika tsunami terjadi. Simak di halaman selanjutnya.

Langkah Penyelamatan Diri Saat Proses Terjadinya Tsunami

Berikut langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan jika terjadi tsunami:

Jika ada guncangan gempa bumi di sekitar pantai dan air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segera berlari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi).

Jangan mendekat ke arah pantai, jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut dan mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami. Arahkan perahu ke laut.

Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang.

Berikan pertolongan pertama pada korban jika gelombang tsunami telah benar-benar reda






Dapatkan update berita terbaru dan breaking news secepat kilat setiap hari hanya di KILAT.com


0 Comments

BERITA TERKAIT

To Top